Hukum/Kriminal/HAM

SBD Tertinggi dalam Perkara Kriminal di Wilayah Hukum Kejari Sumba Barat, Penganiayaan dan Pembunuhan Mendominasi

×

SBD Tertinggi dalam Perkara Kriminal di Wilayah Hukum Kejari Sumba Barat, Penganiayaan dan Pembunuhan Mendominasi

Sebarkan artikel ini

WAIKABUBAK, MENARASUMBA.COM – Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), disebut menjadi wilayah dengan jumlah perkara kriminal tertinggi di antara tiga kabupaten yang masuk dalam wilayah hukum Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumba Barat.

Perkara kriminal dari Kabupaten SBD disebut jauh lebih banyak dibandingkan Kabupaten Sumba Barat dan Kabupaten Sumba Tengah.

Jenis perkara yang mendominasi antara lain penganiayaan dan pembunuhan, disusul persetubuhan, pencurian, serta tindak pidana lainnya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Sumba Barat, Ahmad Firdaus Mushollin, SH, saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Rabu (14/10/2026).

“Dibanding Sumba Barat dan Sumba Tengah, SBD beda jauh sekali. Paling tinggi,” ungkap Ahmad Firdaus.

Ia menjelaskan, jumlah perkara kriminal dari dua kabupaten lainnya yang juga masuk dalam wilayah hukum Kejari Sumba Barat berada jauh di bawah Sumba Barat Daya.

“Paling sedikit adalah Kabupaten Sumba Tengah,” sambungnya.

Penganiayaan dan Pembunuhan Mendominasi

Lebih lanjut ia menerangkan, berdasarkan klasifikasi perkara yang ditangani, penganiayaan dan pembunuhan menempati urutan teratas dalam perkara kriminal yang berasal dari Kabupaten SBD.

𝗞𝗲𝘁𝘂𝗮 𝗣𝗼𝘀𝗯𝗮𝗸𝘂𝗺𝗮𝗱𝗶𝗻 𝗖𝗮𝗯𝗮𝗻𝗴 𝗦𝗕𝗗, 𝗬𝗼𝗵𝗮𝗻𝗲𝘀 𝗕. 𝗗𝗮𝗽𝗽𝗮, 𝗦𝗛, 𝗠𝗛. ( 𝗙𝗼𝘁𝗼 𝗠𝗲𝗻𝗮𝗿𝗮 𝗦𝘂𝗺𝗯𝗮 )

Setelah itu, terdapat perkara persetubuhan, pencurian, dan berbagai tindak pidana lainnya.

“Disusul oleh kasus persetubuhan, pencurian, dan perkara pidana lain,” tandasnya.

Keterangan tersebut menjadi perhatian terhadap kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Sumba Barat Daya.

Meski demikian, angka perbandingan secara terperinci belum disampaikan dalam keterangan tersebut.

Pengacara Senior Sebut Kasus Pembunuhan Meningkat

Gambaran mengenai tingginya perkara kriminal di Sumba Barat Daya juga sejalan dengan pernyataan pengacara senior Yohanes B. Dappa, SH, MH, yang juga menjabat sebagai Ketua Pos Bantuan Hukum Advokat Indonesia (Posbakumadin) Cabang Sumba Barat Daya.

Menurut Yohanes, berdasarkan perkara kriminal yang selama ini disidangkan di Pengadilan Negeri Waikabubak, kasus pencabulan dan pembunuhan menjadi persoalan yang menonjol.

“Data ini berdasarkan kasus kriminal yang selama ini disidangkan di Pengadilan Negeri Waikabubak,” ungkapnya.

Yohanes yang sehari-hari berkantor di Pengadilan Negeri Waikabubak tersebut juga menyoroti peningkatan kasus pembunuhan di wilayah Sumba Barat Daya dalam beberapa waktu terakhir.

Ia menyebut, sejumlah peristiwa pembunuhan terus terjadi di wilayah Kodi dan Wewewa.

“Memang ada juga dari Sumba Barat dan Sumba Tengah, tapi tidak seberapa dan terbilang sedikit saja,” tutupnya. ( 𝗧𝗜𝗠/𝗠𝗦 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *