KUPANG, MENARA SUMBA. COM – Tongkat komando Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) kembali berganti. Irjen Pol. Reza Arief Dewanto ditunjuk sebagai Kapolda NTT yang baru menggantikan Irjen Pol. Rudi Darmoko.
Pergantian tersebut merupakan bagian dari mutasi dan rotasi besar-besaran di lingkungan Polri yang dilakukan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
Mutasi itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Secara keseluruhan, telegram tersebut mencakup mutasi terhadap 88 perwira tinggi dan perwira menengah, termasuk pergantian 19 Kapolda di berbagai wilayah Indonesia.
Rotasi tersebut sebagai bagian dari kebutuhan organisasi, pembinaan karier dan penyegaran pelaksanaan tugas kepolisian.
Setelah sekitar satu setengah tahun memimpin Polda NTT, Rudi Darmoko mendapat penugasan baru sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri.
Posisi tersebut merupakan jabatan strategis di tingkat Mabes Polri yang berkaitan dengan pendidikan dan pelatihan personel kepolisian.
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra membenarkan pergantian tersebut, Sabtu (03/10/2026).
Ia menyampaikan bahwa Rudi Darmoko juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Polda NTT serta masyarakat NTT atas dukungan selama dirinya menjalankan tugas sebagai Kapolda.
Rudi Darmoko tercatat memimpin Polda NTT sejak 20 Mei 2025 hingga mutasi Oktober 2026.
Selama masa kepemimpinannya, sejumlah program sosial dan pelayanan masyarakat mendapat perhatian, termasuk pembangunan puluhan titik sumur bor untuk mendukung kebutuhan air bersih serta kegiatan kemanusiaan dalam penanganan bencana.
Dengan jabatan barunya sebagai Kalemdiklat Polri, pengalaman Rudi di wilayah NTT kini dibawa ke level pendidikan dan pembinaan sumber daya manusia Polri.
Reza Arief Dewanto, Perwira Brimob Masuk ke Polda NTT
Sementara itu, sosok yang akan meneruskan kepemimpinan Polda NTT adalah Irjen Pol. Reza Arief Dewanto.
Reza bukan nama baru dalam struktur kepolisian. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1995 tersebut dikenal memiliki perjalanan karier yang panjang di lingkungan Korps Brigade Mobil (Brimob), khususnya satuan Gegana.
Sebelum ditunjuk sebagai Kapolda NTT, Reza menjabat Wakil Komandan Korps Brimob Polri (Wadankorbrimob).
Sebelumnya, ia merupakan Komandan Pasukan Gegana Korbrimob Polri pada periode 2020–2025.
Karier Reza juga tidak hanya berada di lingkungan Brimob. Ia pernah menjabat sebagai Kasat Brimob Polda Sulawesi Tengah, Kapolresta Samarinda, serta Kapolres Metro Jakarta Utara.
Setelah itu ia kembali dipercaya mengisi sejumlah posisi strategis di Korbrimob.
Pernah Pimpin Operasi Madago Raya di Poso
Salah satu bagian penting dari rekam jejak Reza adalah keterlibatannya dalam operasi keamanan di Poso, Sulawesi Tengah.
Pada tahun 2021, Reza pernah dipercaya sebagai Kepala Operasi Satuan Tugas Madago Raya yang merupakan operasi gabungan untuk menghadapi kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso.
Pengalaman tersebut membuat perjalanan karier Reza banyak bersentuhan dengan tugas-tugas Brimob, penanggulangan ancaman keamanan dan operasi kepolisian di sejumlah daerah.
Namun, memasuki jabatan sebagai Kapolda NTT, Reza akan menghadapi karakter tugas yang lebih luas.
Polda NTT tidak hanya berhadapan dengan persoalan keamanan, tetapi juga berbagai persoalan sosial masyarakat, kejahatan konvensional, narkotika, perdagangan orang, konflik sosial, pengamanan wilayah perbatasan serta persoalan keamanan di daerah kepulauan.
Pergantian pucuk pimpinan Polda NTT berlangsung bersamaan dengan perubahan besar di tubuh Polri setelah Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kapolri.
Telegram 2 Oktober 2026 tersebut menjadi salah satu langkah awal rotasi pimpinan di tubuh Polri setelah pergantian Kapolri.
Selain NTT, sejumlah Polda lain juga mengalami perubahan pimpinan. ( TIM/MS )






















