TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Aroma kurang sedap minta jatah fee tercium dari balik dinding Kantor Dinas P dan K Kabupaten SBD.
Salah satu kepala bidang disebut tanpa malu-malu meminta jatah fee kepada kepala sekolah.
Sejumlah narasumber terpercaya mengisahkan tindakan tidak terpuji kepala bidang pendidikan dasar.
“Untuk pekerjaan misalnya, ada potongan persen yang dilakukan oleh Kabid SD di setiap sekolah,” beber narasumber yang enggan disebut ini.
Kutipan itu, kata dia, disampaikan lewat oknum yang dipekerjakan oleh Kabid SD sebagai kepala tukang di sekolah bersangkutan.
Tidak main-main, kepala sekolah diultimatum agar jangan melawan, karena resikonya bakal dipindah atau dicopot.
Bahkan tiap kunjungan lapangan, banyak sekali permintaan kepada kepala sekolah,
“Seperti kunjungan ke SDN Kanelu, Kabid meminta makan siang, kue, dan lima lembar kain, yang jika dihitung dengan uang nilainya sudah lebih dari 3 juta,” sebut seorang narasumber lain.
“Apalagi ditambah jika Kabid meminta bensin,” paparnya blak-blakan.
Salah seorang kepala seksi berinisial MUR juga ikut disebut menekan kepala sekolah agar menyetujui kepala tukang yang disodorkan pihak dinas.
Padahal, pekerjaan revitalisasi merupakan swakelola penuh sekolah bersangkutan.
Kepala sekolah tidak berdaya karena diancam pencopotan jabatan.
Salah seorang kepala seksi yang diduga jadi kaki tangan sang Kabid pun tidak segan meminta sejumlah uang kepada perencana sekolah.
“Ia bahkan tidak khawatir sedikit pun bocor ke publik karena permintaan itu ditransfer ke rekening pribadinya,” ujar narasumber ini.
Anehnya lagi, salah satu kepala seksi yang mengurusi sarana prasarana tidak difungsikan lagi.
Diduga sang Kabid melakukan pemalsuan tanda tangan Kepala Seksi Sarana Prasarana dan diketahui langsung oleh yang bersangkutan.
“Sehingga Kabid mengambil alih semua tugas dan fungsi Kepala Seksi Sarpras,” timpal narasumber ini.
Saat hendak dikonfirmasi awak media, Selasa (09/12/2025) Kepala Bidang Pendidikan Dasar tidak berada di kantor.
Sedangkan oknum kepala seksi (MUR) mengelak dan menegaskan tidak pernah meminta uang kepada siapa pun.
“Saya tidak pernah minta uang kepada kepala sekolah,” tampiknya.
Namun ketika ditunjukkan salah satu bukti transfer ke rekeningnya, ia tidak bisa berkelit.
Ia mengaku bahwa benar itu rekening atas namanya.
“Tapi saya harus tahu jelas sehingga bisa pertanggungjawaban,” tandasnya. ( JIP/MS )

























