TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Kepala Karantina Satuan Pelayanan (SatPel) Waikelo, drh. Verderika Lobo, menyatakan pihaknya siap mengawal apabila Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) memutuskan membuka kembali pemasukan ternak babi dari luar pulau.
Pernyataan tersebut disampaikan Verderika saat ditemui usai pelepasan keberangkatan 64 ekor kuda yang merupakan kuota terakhir tahun 2026, pekan lalu.
Verderika dimintai tanggapan menyusul munculnya penolakan masyarakat terhadap rencana Pemkab SBD yang disebut tengah mempertimbangkan usulan pelaku usaha untuk mendatangkan babi dari luar daerah.
Penolakan muncul lantaran masyarakat masih menyimpan trauma terhadap dampak wabah African Swine Fever (ASF) yang sebelumnya menyebabkan banyak peternak mengalami kerugian besar dan usaha ternak babi di wilayah tersebut terdampak.

Bangkai babi yang mati terserang virus ASF. ( Foto Menara Sumba )
Menanggapi hal itu Verderika mengatakan, Karantina pada prinsipnya akan mengikuti kebijakan yang diputuskan pemerintah daerah dengan tetap menjalankan fungsi pengawasan.
“Kalau itu bagus kami mendukung, karena kebutuhan babi kan tinggi. Jadi kalau mungkin dibuka, kami pasti mendukung,” ujarnya.
Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap ternak babi masih cukup tinggi dan harga yang meningkat diduga menjadi salah satu pertimbangan pemerintah.
Saat ditanya terkait kekhawatiran warga terhadap kemungkinan masuknya kembali ASF, ia menilai terdapat beragam pandangan di tengah masyarakat.
“Saya rasa banyak warga yang setuju. Karena dengan meningkatnya harga, kebutuhan tinggi, saya rasa banyak yang ikut, antusias untuk membuka dan memasukkan ternak babi dari luar,” katanya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa seluruh pandangan masyarakat akan tetap menjadi bahan pertimbangan sebelum keputusan diambil.
Ia menyebut, pihaknya juga mengikuti perkembangan pembahasan bersama pemerintah daerah dan kemungkinan akan ada ruang dialog yang melibatkan pihak yang mendukung maupun yang menolak.
“Nanti kan mungkin diundang antara yang pro dan kontra, nanti di situ kita bisa melihat bagaimana hasilnya. Jadi kita tidak hanya melihat yang setuju saja, tapi juga yang tidak setuju alasannya apa. Nanti keputusan selanjutnya oleh pemimpin SBD,” ujarnya.
Hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait pelaksanaan pemasukan ternak babi dari luar pulau ke wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya.

















