Breaking News

Gempa Flores M7,7: Korban Meninggal Capai 51 Orang, Ribuan Warga Masih Mengungsi

×

Gempa Flores M7,7: Korban Meninggal Capai 51 Orang, Ribuan Warga Masih Mengungsi

Sebarkan artikel ini

FLORES, MENARASUMBA.COM — Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026), masih menyisakan duka mendalam.

Hingga Minggu (16/08/2026), proses penanganan dan pendataan korban masih terus dilakukan oleh pemerintah bersama tim gabungan.

Data terbaru yang disampaikan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) pada Minggu menyebutkan, sedikitnya 51 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Selain korban meninggal, tercatat 36 orang mengalami luka berat dan 77 orang mengalami luka ringan.

Namun, angka tersebut masih perlu dipahami sebagai data yang terus diperbarui. BNPB dalam pembaruan datanya pada pukul 00.00 WIB sebelumnya masih mencatat 47 korban meninggal dunia.

Perbedaan angka tersebut terjadi karena proses evakuasi, pendataan, verifikasi dan validasi korban masih berlangsung di lapangan.

Lebih dari 5.000 Warga Mengungsi

Dampak gempa tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka.

BNPB mencatat lebih dari 5.000 warga masih bertahan di lokasi pengungsian berdasarkan data hingga Minggu pukul 00.00 WIB.

Kabupaten Sikka menjadi salah satu wilayah dengan jumlah pengungsi terbesar, yakni mencapai 3.356 orang. Berikutnya Kabupaten Manggarai dengan 2.078 orang, sementara di Kabupaten Nagekeo terdapat sekitar 500 orang yang mengungsi.

Para penyintas membutuhkan berbagai kebutuhan dasar, termasuk tempat tinggal sementara, makanan, air bersih, obat-obatan, selimut, tikar serta dukungan listrik dan komunikasi.

Lebih dari 1.300 Rumah Rusak

Kerusakan akibat gempa juga tercatat cukup besar. Data terbaru BNPB mencatat:914 rumah rusak berat126 rumah rusak sedang317 rumah rusak ringan.

Jika dijumlahkan, sedikitnya 1.357 rumah warga mengalami kerusakan. Kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas publik.

BNPB mencatat 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan dan 38 kantor pemerintah mengalami kerusakan.

Kondisi tersebut semakin memperberat proses pemulihan masyarakat di wilayah terdampak.

Fasilitas Kesehatan Ikut Terdampak Parah

Sektor kesehatan menjadi salah satu yang paling mendapat perhatian karena sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan turut mengalami kerusakan.

Dari 21 rumah sakit di Flores, tercatat:16 rumah sakit rusak berat;4 rumah sakit rusak sebagian;1 rumah sakit rusak total.

Sementara dari 190 puskesmas, sebanyak:122 puskesmas rusak berat;49 puskesmas rusak sebagian;19 puskesmas belum dapat beroperasi.

Kerusakan fasilitas kesehatan berpotensi menghambat pelayanan medis bagi korban maupun masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Gempa Susulan Masih Terjadi

Masyarakat Flores juga masih harus menghadapi aktivitas gempa susulan.BMKG sebelumnya mencatat 235 gempa susulan hingga pukul 14.00 WIB pada Sabtu (15/8/2026), dengan magnitudo berkisar antara M2,5 hingga M6,2.

Dalam perkembangan berikutnya, BNPB mencatat aktivitas gempa susulan telah mencapai 341 kejadian.

Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta tetap waspada, terutama terhadap kemungkinan kerusakan bangunan yang semakin parah akibat guncangan susulan.

Peringatan Tsunami Telah Berakhir

Peringatan dini tsunami yang dikeluarkan setelah gempa utama telah berakhir. Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi resmi dan tidak kembali memasuki bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan sebelum dipastikan aman.

Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial apabila tidak berasal dari sumber resmi.

BNPB Perkuat Penanganan Darurat

Kepala BNPB pada Minggu (16/8/2026) menginstruksikan percepatan penanganan darurat di wilayah terdampak.

Pemerintah daerah didorong mempercepat penetapan status darurat agar dukungan pemerintah pusat dapat segera dimobilisasi.

BNPB juga mengarahkan pembentukan posko terpadu serta memperkuat Posko Nasional di Labuan Bajo dan Posko Taktis di Maumere.

Kedua posko tersebut diharapkan dapat mempercepat koordinasi dan distribusi bantuan untuk wilayah Flores bagian barat maupun timur.

Pendataan Korban dan Kerusakan Terus Dilakukan

Di tengah proses tanggap darurat, pemerintah masih melakukan pendataan terhadap korban, pengungsi dan kerusakan bangunan.

Perbedaan angka korban meninggal antara data Kementerian Kesehatan dan BNPB menunjukkan bahwa proses verifikasi belum sepenuhnya selesai.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak menyebarkan angka korban yang belum terkonfirmasi sebagai data final. ( TIM/MS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *