WAIKABUBAK, MENARASUMBA.COM – Situasi di jantung Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Selasa (15/09/2026) malam dilaporkan semakin mencekam.
Kericuhan terjadi di sekitar Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Sumba Barat setelah massa yang diduga merupakan keluarga dan kerabat seorang warga Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli, memadati kawasan tersebut dan melakukan aksi pelemparan.
Informasi yang diperoleh MenaraSumba.Com dan dari pantauan masyarakat yang berada di lokasi menyebutkan, peristiwa tersebut berkaitan dengan meninggalnya seorang pria warga Desa Bali Ledo berinisial AD yang diduga ditembak aparat kepolisian dalam sebuah operasi penangkapan pada Selasa siang.
Namun, informasi mengenai status AD sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) serta kronologi penembakan tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak kepolisian hingga berita ini ditayangkan.
Menurut informasi yang disampaikan masyarakat yang berada di tengah aksi demonstrasi di depan Mapolres Sumba Barat, AD disebut-sebut merupakan seorang DPO.
Informasi tersebut menyebutkan, pada Selasa siang aparat melakukan penggerebekan terhadap AD.
Dalam proses penggerebekan tersebut, AD disebut berusaha melakukan perlawanan dan melarikan diri sehingga kemudian diduga dilakukan tindakan penembakan.
AD selanjutnya disebut meninggal dunia.Meski demikian, MenaraSumba.Com belum memperoleh keterangan resmi mengenai perkara yang menyebabkan AD berstatus DPO, jenis kejahatan yang dituduhkan kepadanya, jumlah tembakan, maupun alasan dan prosedur penggunaan senjata api dalam tindakan tersebut.
Jenazah Sempat Dibawa ke Mapolres
Sebelumnya, informasi yang diterima media ini menyebutkan bahwa jenazah korban sempat dibawa oleh warga yang diduga merupakan keluarga korban ke Mapolres Sumba Barat.
Setelah itu situasi berubah menjadi tegang. Massa kemudian memadati kawasan Mapolres dan melakukan pelemparan batu ke arah gedung kepolisian.
Pantauan dari informasi masyarakat di lokasi menyebutkan, sejumlah kaca jendela Mapolres Sumba Barat pecah, termasuk kaca jendela ruang kerja Kapolres Sumba Barat dan beberapa ruangan lainnya.
Mobil Patroli Dibakar
Kericuhan semakin memanas setelah sebuah mobil patroli polisi jenis Toyota Hilux double cabin dilaporkan dibakar massa hingga hangus.
Aparat keamanan kemudian melakukan tindakan pengendalian massa. Tembakan gas air mata dilepaskan aparat untuk menghalau massa yang semakin tidak terkendali di sekitar Mapolres Sumba Barat.
Personel kepolisian dan anggota Brimob juga dikerahkan untuk mengamankan kawasan tersebut.
Massa Penuhi Sejumlah Ruas Jalan
Situasi mencekam tidak hanya terjadi tepat di depan Mapolres Sumba Barat.
Menurut informasi, massa memenuhi jalan raya mulai dari depan Mapolres Sumba Barat hingga simpang empat Patung Kuda, kemudian meluas sampai simpang empat Wailiang.
Massa juga disebut memadati kawasan Stadion Manda Elu serta ruas jalan di depan RS Kristen Lende Moripa.
Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah titik di pusat Kota Waikabubak dipenuhi warga dan aparat keamanan.
Kota Waikabubak Gelap Gulita
Situasi semakin menegangkan karena sejumlah kawasan Kota Waikabubak dilaporkan mengalami kondisi gelap gulita setelah aliran listrik dipadamkan.
Informasi mengenai pemadaman tersebut menyebutkan bahwa aliran listrik dari PLN dimatikan di tengah situasi kericuhan.
Namun, alasan dan cakupan pemadaman listrik tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak PLN.
Polisi dan Brimob Dikerahkan
Untuk mengendalikan situasi, aparat kepolisian bersama personel Brimob dikerahkan ke sejumlah titik yang menjadi konsentrasi massa.
Pengamanan terutama dilakukan di sekitar Mapolres Sumba Barat dan ruas jalan yang dipenuhi masyarakat.
Hingga Selasa (15/09/2026) malam, situasi masih dalam pemantauan dan masyarakat diminta tetap berhati-hati serta menghindari kawasan yang menjadi pusat kericuhan.
Kasi Humas Belum Beri Konfirmasi
MenaraSumba.Com telah berupaya meminta konfirmasi kepada pihak kepolisian terkait seluruh rangkaian peristiwa tersebut.
Kasi Humas Polres Sumba Barat, IPDA Ruslan M. Amin, S.Sos, CPHR, yang dihubungi media ini melalui pesan WhatsApp pada Selasa (15/09/2026) petang, hingga berita ini ditayangkan belum memberikan keterangan resmi.
Belum diperoleh konfirmasi resmi mengenai peristiwa tragis yang menyebabkan korban tewas dengan dugaan tertembus timah panas aparat polisi.
Demikian pula informasi mengenai kerusakan Mapolres, pembakaran mobil patroli, penggunaan gas air mata, serta pemadaman listrik masih menunggu keterangan dari pihak-pihak terkait.
Situasi Masih Mencekam
Peristiwa yang terjadi Selasa malam ini menjadi perhatian serius karena kericuhan telah meluas ke sejumlah ruas jalan utama di jantung Kota Waikabubak.
Dugaan penembakan terhadap warga Desa Bali Ledo kini menjadi sorotan masyarakat dan memicu kemarahan massa yang kemudian berujung pada aksi pelemparan Mapolres, pembakaran kendaraan patroli, serta pengerahan Brimob dan penggunaan gas air mata. ( TIM/MS )






















