WAIKABUBAK, MENARASUMBA.COM – Tim Gabungan Polres Sumba Barat membongkar sindikat tindak pidana pencurian ternak dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat) yang disebut selama ini meresahkan masyarakat di Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Tengah.
Dalam operasi tersebut, tiga tersangka berhasil diamankan. Sementara seorang pelaku lainnya, J.T. (39), tewas setelah terlibat dalam upaya penangkapan di Kampung Wai Makapal, Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat, Selasa (15/09/2026).
Menurut keterangan resmi Polda NTT, J.T. diduga menyerang petugas menggunakan parang ketika hendak diamankan.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., mengatakan, tindakan yang dilakukan petugas merupakan penindakan tegas dan terukur untuk mengembalikan rasa aman masyarakat.
«“Penindakan tegas terukur ini menjadi momentum penting bagi kepolisian untuk menegakkan hukum secara objektif, transparan, dan profesional demi mengembalikan rasa aman serta ketenteraman di tengah masyarakat,” ujar Henry.»
Tiga Tersangka Ditangkap
Pengungkapan sindikat tersebut bermula dari penyelidikan intensif terhadap tiga Laporan Polisi (LP) terkait kasus pencurian ternak yang disertai kekerasan dan pencurian dengan pemberatan.
Aksi kejahatan tersebut disebut berlangsung dalam rentang waktu 2022 hingga 2026.
Salah satu kasus yang menjadi perhatian terjadi pada 21 Februari 2026 di Kampung Waini Haingu, Desa Wairasa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah.
Dalam kasus tersebut, korban berinisial D.D.H. alias B.R. mengalami luka serius setelah diduga dibacok para pelaku.
Korban mengalami dua luka robek di bagian belakang kepala masing-masing sepanjang sekitar 6 sentimeter dan 8 sentimeter hingga mengenai tulang.
Korban juga mengalami luka sabetan parang memanjang di bagian punggung sepanjang sekitar 48 sentimeter.
Dari hasil pengembangan penyelidikan, polisi menangkap tiga tersangka masing-masing berinisial A.S.B.L. (46), K.Y. (35), dan Y.K.M.
Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu ekor kerbau jantan yang diduga merupakan hasil pencurian.

J. T. terduga pelaku pencurian ternak yang tertembak dalam penggerebekan polisi pada Selasa (15/09/2026).
Kerbau tersebut ditemukan di rumah tersangka A.S.B.L. dan kini diamankan di Polsek Loli.
Penggerebekan Dini Hari
Operasi penangkapan terhadap para tersangka berlangsung sejak Selasa (15/09/2026) dini hari.
Sekitar pukul 02.00 WITA, Tim Gabungan Polres Sumba Barat yang dipimpin Kanit Buser bergerak dan berhasil menangkap A.S.B.L. dan K.Y.
Dari hasil interogasi terhadap kedua tersangka, polisi kemudian melakukan pengembangan.
Sekitar pukul 06.00 WITA, petugas kembali berhasil menangkap tersangka Y.K.M.
Polisi selanjutnya memburu seorang pelaku lain yang disebut berinisial J.T. (39).
Sekitar pukul 09.40 WITA, petugas mendatangi kediaman J.T. di Kampung Wai Makapal, Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli.
Menurut keterangan Polda NTT, ketika hendak ditangkap, J.T. memberikan perlawanan dan mengayunkan parang ke arah petugas.
Petugas kemudian disebut sempat memberikan tiga kali tembakan peringatan ke udara.
Namun, menurut polisi, peringatan tersebut tidak diindahkan. J.T. disebut kemudian berusaha melarikan diri.
Dalam upaya melumpuhkan pelaku, petugas mengarahkan tembakan ke bagian kaki.
Polisi menyebut, pada saat bersamaan J.T. terjatuh sehingga peluru mengenai bahu kanan.
Petugas kemudian membawa J.T. ke RSK Lende Moripa sekitar pukul 10.00 WITA untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Namun, nyawa J.T. tidak tertolong. Tim medis menyatakan J.T. meninggal dunia sekitar pukul 10.20 WITA.
Minta Masyarakat Tetap Tenang
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra menyampaikan duka cita kepada keluarga almarhum J.T.
Polda NTT juga meminta masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan keluarga untuk tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Kami minta bantuan kepada seluruh lapisan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta pihak keluarga untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar, dan bersama-sama menciptakan suasana yang menyejukkan,” kata Henry.
Ia meminta seluruh pihak mempercayakan proses hukum kepada kepolisian.
“Percayakan seluruh proses penanganan hukum ini secara transparan kepada pihak Kepolisian,” pungkasnya.
Kericuhan di Mapolres Sumba Barat
Peristiwa tewasnya J.T. sebelumnya memicu ketegangan di Kota Waikabubak.
Massa yang diduga merupakan keluarga dan kerabat almarhum mendatangi Mapolres Sumba Barat. Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi pelemparan terhadap Mapolres.
Sejumlah kaca jendela dilaporkan pecah dan sebuah kendaraan patroli jenis Toyota Hilux dilaporkan dibakar massa.
Aparat keamanan kemudian mengerahkan personel kepolisian dan Brimob serta menggunakan gas air mata untuk mengendalikan situasi.
Informasi mengenai perkembangan terakhir situasi keamanan di pusat Kota Waikabubak masih terus dipantau.






















