WEWEWA TIMUR, MENARASUMBA.COM – Kepala Desa Tema Tana, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Musa Umbu Togola, menegaskan komitmennya menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu prioritas utama pembangunan desa.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengadaan dan penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan), termasuk tiga unit traktor tangan (hand tractor) yang diserahkan kepada tiga kelompok tani, Rabu (04/11/2026).
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Camat Wewewa Timur, Timotius Lero, SE, kepada masing-masing kelompok tani penerima manfaat.
Musa Umbu Togola mengatakan, perhatian terhadap sektor pertanian didasarkan pada kondisi geografis dan potensi ekonomi masyarakat Desa Tema Tana yang sebagian besar menggantungkan hidup pada pertanian, khususnya padi sawah.
“Motivasi saya fokus pada sektor ini karena memang 90 persen wilayah saya merupakan daerah pertanian padi sawah. Tema Tana juga menjadi salah satu lumbung pangan Wewewa Timur,” ungkap Musa.
Menurutnya, keterbatasan alat pertanian selama ini menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi petani.
Bahkan, sebagian masyarakat masih mengandalkan sistem pengolahan lahan tradisional dengan tenaga kerbau yang membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar.
Kondisi tersebut berdampak pada keterlambatan musim tanam hingga berkurangnya hasil produksi pertanian.
“Karena kurangnya ketersediaan alat pertanian, hasil tanam menurun dan musim tanam sering terlambat. Karena itu, traktor menjadi salah satu prioritas pengadaan,” jelasnya.
Sudah 7 Traktor dan 8 Mesin Perontok Padi
Musa mengungkapkan, hingga saat ini Pemerintah Desa Tema Tana telah mengadakan sebanyak tujuh unit traktor tangan dengan merek yang sama serta delapan unit mesin perontok padi untuk membantu aktivitas pertanian masyarakat.
Meski demikian, ia mengakui bantuan tersebut belum menjangkau seluruh petani yang memiliki maupun menggarap lahan sawah di wilayahnya.
Dalam proses penyaluran, pemerintah desa berupaya memberikan bantuan berdasarkan kebutuhan dan kepemilikan atau penggarapan lahan pertanian, bukan berdasarkan kepentingan politik.
“Yang saya bagi ini rata-rata lawan politik. Jadi, masalah kepentingan politik tidak ada. Baik kepentingan politik masa lalu maupun ke depan, tidak ada hubungannya,” tegas Musa.
Ia menekankan bahwa bantuan alsintan merupakan bentuk perhatian pemerintah desa terhadap kebutuhan masyarakat, bukan pemberian balas budi kepada kelompok tertentu.
Berharap Pemda Bantu Dua Unit Combine Harvester
Selain pengadaan traktor dan mesin perontok padi, Musa juga berharap Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dapat memberikan dukungan tambahan berupa dua unit mesin panen padi atau combine harvester.
Menurutnya, kebutuhan tersebut masih menjadi salah satu aspirasi masyarakat yang belum mampu dipenuhi secara maksimal oleh pemerintah desa.
“Besar harapan saya kepada pemerintah daerah, dalam hal ini Ibu Bupati, karena masih banyak keluhan dan kebutuhan masyarakat yang tidak mampu kami layani sebagai pemerintah desa. Contohnya mesin panen padi (combine), kalau bisa dibantu dua unit, jika memang memungkinkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah desa tetap berupaya memperkuat program ketahanan pangan melalui pemanfaatan tanah desa serta pengalokasian anggaran sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketahanan Pangan Jadi Perhatian Serius
Musa menjelaskan, pengelolaan anggaran ketahanan pangan desa harus memperhatikan ketentuan alokasi sebesar 20 persen dari total Dana Desa sebagaimana yang ia sampaikan.
Dengan keterbatasan anggaran, pemerintah desa dituntut mampu mengatur prioritas agar program ketahanan pangan tetap berjalan tanpa mengganggu kebutuhan pembangunan pada sektor lainnya.
Ia berharap, bantuan alsintan yang telah disalurkan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian, mengurangi beban kerja petani, serta memperbaiki kesejahteraan keluarga.
“Pertanian di wilayah saya ini bisa maju, hasil pertanian bisa meningkat, lebih-lebih hasil panen. Saya berharap masyarakat bisa mendukung program ini dan jangan salah menilai bahwa ini ada pemberian balas budi. Tidak ada balas budi,” pungkas Musa.
Dengan dukungan alsintan dan penguatan program ketahanan pangan, Pemerintah Desa Tema Tana berharap sektor pertanian semakin berkembang dan mampu menjadi penopang utama kehidupan ekonomi masyarakat, termasuk untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan membiayai pendidikan anak-anak. ( JIP/MS )

















