TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Kabupaten Sumba Barat Daya terbilang tinggi
Kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas masih jadi soal.

Hal itu disampaikan Kanit Turjawali Satlantas Polres SBD, AIPTU Gerson Louro di sela kegiatan Operasi Keselamatan Turangga 2026 Kamis (05/02/2026).
“Masih kami dapati masyarakat yang tidak menggunakan helm, dan ini adalah pelanggaran yang kasat mata,” ujarnya.
Ia menyayangkan kesadaran warga yang masih sangat minim kendati pihaknya senantias menggelar kegiatan rutin di jalan raya seperti penjagaan pagi dan patroli siang.
“Selama ini, paling banyak saudara-saudara kita yang meninggal karena kecelakaan akibat tidak gunakan helm,” imbuhnya lagi.
Gerson menjelaskan, Operasi Keselamatan Turangga 2026 merupakan kegiatan nasional yang dilakukan jajaran Polri di seluruh Indonesia.
Berlangsung selama 14 hari, kegiatan ini menyasar kelengkapan kendaraan bermotor seperti lampu, pelat nomor, kaca spion, hingga dokumen kendaraan.
“Pengemudi wajib bawa SIM, STNK, dan tidak diperbolehkan pakai knalpot racing,” imbaunya.
Ia menyebut, banyaknya kendaraan berpelat luar daerah adalah fenomena yang juga jadi target operasi penertiban.
“Ini yang kami lakukan secara terpadu bersama pihak Samsat untuk mencari solusi bagi kendaraan dari luar daerah agar bisa dimutasi,” timpal Gerson.
Di akhir pernyataannya ia menegaskan, bahwa kegiatan tilang selama dua minggu ini bertujuan untuk keselamatan publik di jalan raya.
Pihaknya berharap; Operasi Keselamatan Turangga 2026 bisa menciptakan rasa aman berkendara dan kian meningkatkan kesadaran warga untuk patuh pada aturan lalu lintas.
“Kami juga mohon bantuan rekan-rekan wartawan untuk membantu lewat qqpublikasi media. Mari sama-sama kita jaga SBD ini,” tutupnya. ( JIP/MS )




































