WEWEWA BARAT, MENARASUMBA.COM – Operasi penertiban pengemudi dan kendaraan bermotor yang melibatkan sejumlah institusi terkait mulai rutin dilakukan.
Jajaran Satlantas Polres SBD bersama UPTD Dispenda NTT, dan Bapenda Kabupaten SBD kembali menggelar tilang gabungan di wilayah Kecamatan Wewewa Barat, Selasa (03/05/2025).

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Sumba Barat Daya, IPTU Elias Ballo, SH. ( Foto Menara Sumba )
Sejumlah kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, dan roda enam dengan berbagai jenis pelanggaran terjaring dalam operasi yang berlangsung di depan Mapolsek Wewewa Barat.
Kepada media ini, Kasatlantas Polres SBD, IPTU Elias Ballo, SH menjelaskan, penertiban itu menyasar kelengkapan kendaraan bermotor dan pengendaranya.
“Misalnya STNK yang habis masa berlaku, SIM, juga komponen pendukung seperti spion, lampu, dan pelat nomor,” jelasnya.
Operasi tilang tersebut, lanjut Elias, tidak semata untuk menertibkan dan menyadarkan masyarakat, tapi juga meningkatkan pendapatan daerah dari pembayaran pajak kendaraan bermotor.
Dirinya mengimbau masyarakat SBD untuk bisa mengutamakan keselamatan saat berkendara sehingga bisa mengurangi angka kecelakaan lalu lintas.
“Seperti kecepatan kendaraan dalam kota tidak boleh melampaui angka 50 pada speedometer dan di kawasan pemukiman maksimal hanya 30 saja,” harapnya.
Untuk saat ini, sambungnya lagi, kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas semakin membaik..
“Kami juga mengingatkan setiap pengendara agar mengantongi SIM saat mengemudi,” imbau IPTU Elias Ballo.

Kepala Seksi Verifikasi UPTD Dispenda NTT Kabupaten SBD, Ofis Patinono (kiri). ( Foto Menara Sumba)
Secara terpisah, Kepala Seksi Verifikasi UPTD Dispenda NTT Kabupaten SBD, Ofis Patinono menyebut, kesadaran masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor masih terbilang rendah.
“Terkadang kami dapati yang tunggak pajak 2 sampai 3 tahun,” ujarnya.
Kendati demikian, pihaknya tidak bisa memberi sanksi kepada mereka yang menunggak pembayaran pajak kendaraan bermotor.
“Untuk sanksi kita tidak bisa, paling denda pajak saja,” timpalnya.
Pihaknya juga tidak menampik bahwa kontribusi masyarakat untuk membayar pajak kendaraan bermotor sangat dipengaruhi oleh situasi ekonomi.
Hal itu terbukti dengan pendapatan dari pajak kendaraan bermotor pada bulan sebelumnya yang sangat rendah.
“Bulan kemarin itu kita rendah sekali dan berharap lewat operasi tilang ini sekalian sosialisasi tentang pajak kendaraan bermotor,” tuturnya.
Terkadang pula saat operasi tilang tersebut ada warga yang langsung melunasi tunggakan pajak kendaraan bermotor.
“Pas saat terjaring dalam operasi tilang warga yang punya uang langsung melunasi tunggakan pajak kendaraan bermotornya,” tandas Ofis Patinono. ( JIP/MS )





















































