TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Kepala Inspektorat Kabupaten SBD, Theofilus Natara, ST mengapresiasi langkah yang diambil Badan Permusyawaratan Desa Pogo Tena.
Hal itu disampaikan Theofilus Natara kepada awak media yang mewawancarainya, Rabu (30/07/2025) usai ditemui pimpinan dan anggota BPD Pogo Tena di ruang kerjanya.

Pimpinan dan anggota BPD Pogo Tena saat mendatangi Kantor Inspektorat Kabupaten SBD pada Rabu (30/07/2025) lalu. ( Foto Menara Sumba )
“Saya salut dan apresiasi karena baru kali ini ada BPD yang betul-betul melaksanakan fungsinya dengan baik,” ujarnya.
Ia menyebut, apa yang dilakukan BPD Pogo Tena adalah hal wajib yang semestinya dijalankan oleh semua BPD di Sumba Barat Daya.
Layaknya lembaga legislatif, pengawasan terhadap pemerintah desa merupakan salah satu fungsi dan tugas pokok BPD.
Menurut dia, pengaduan BPD Pogo Tena sudah ditindaklanjuti oleh Inspektorat Kabupaten SBD.
“Kami selidiki sesuai laporan dan akan tindaklanjuti jika ditemukan ada ketimpangan yang menyalahi aturan,” sebutnya.
Inspektorat akan mencermati kisruh pengadaan meteran listrik yang dialihkan secara sepihak oleh pemerintah desa tanpa koordinasi dengan BPD.
Menurut dia, apa yang sudah diputuskan dan ditetapkan dalam APBDesa itulah yang harus dilaksanakan.
“Belanja dan realisasi kegiatan harus berpedoman pada APBDesa yang sudah disepakati bersama oleh pemerintah desa dan BPD,” tegasnya lagi.
Pada bagian lain Theofilus mengatakan, secara teknis, layak tidaknya penyambungan listrik ke rumah calon pelanggan merupakan kewenangan PLN.
Namun demikian, soal bantuan meteran listrik ini mestinya didasari oleh syarat kondisi hidup warga yang hendak dibantu.
Jangan sampai ASN yang sudah hidup mapan dan punya kendaraan roda empat ikut menerima bantuan.
“Masih banyak warga tidak mampu yang butuh listrik, kasihan mereka,” timpalnya.
Pihaknya berjanji akan menyelidiki alasan pemerintah desa mengalihkan bantuan meteran listrik tersebut kepada pihak yang tidak terdata dalam usulan yang sudah disepakati dan ditetapkan dalam APBDesa.
Ia juga menyayangkan sikap pemerintah desa yang sudah secara sepihak mengalihkan bantuan meteran listrik tersebut tanpa koordinasi dengan BPD.
Dirinya berharap, kisruh ini bisa diselesaikan sehingga tidak lagi menimbulkan gejolak dalam desa
“Kami sungguh salut dan memberi apresiasi sebesar-besarnya kepada BPD Pogo Tena atas fungsi pengawasan yang sudah ditunjukkan,” pungkas Theofilus. ( JIP/MS )





























































