TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Kesulitan mendapatkan pupuk NPK bersubsidi kini dirasakan petani di Kecamatan Kodi dan Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten SBD, NTT.
Sejumlah pengurus kelompok tani terlihat bergerombol di depan Toko Matahari, Waitabula pada Selasa (21/04/2026) untuk mengecek ketersediaan pupuk NPK bersubsidi.
Toko ini adalah salah satu Kios Pupuk Lengkap (KPL) yang menyalurkan pupuk bersubsidi bagi petani di wilayah Kodi.

Pengurus kelompok tani di teras Toko Matahari, Waitabula sedang menanti kejelasan informasi terkait pupuk NPK bersubsidi. ( Foto Menara Sumba )
“Saat ini usia tanaman jagung sudah memasuki masa pemberian pupuk NPK,” ujar Ketua Kelompok Tani Tunas Karya, Delfina Cappa Kaka.
Kelompok tani yang beranggotakan sejumlah warga Desa Kawango Hari, Kecamatan Kodi ini kesulitan memperoleh pupuk NPK bersubsidi.
Menurut Delfina, pihaknya sudah beberapa kali mendatangi KPL namun hasilnya nihil.
“Penyalur pupuk bersubsidi mengatakan bahwa stok di gudang kosong,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Tani Karya Membangun, Desa Noha Kecamatan Kodi Utara, Christofel Katupu.
Ia menyebut, saat ini petani sangat membutuhkan pupuk NPK bersubsidi untuk tanaman jagung maupun padi sawah.
“Kebetulan wilayah kami ada persawahan irigasi dan saat ini sudah waktunya tanaman diberi pupuk NPK,” ungkap Christofel.
Dikatakannya, saat ini petani sangat butuh pupuk bersubsidi karena minimnya daya beli akibat kondisi ekonomi yang sulit.
Petani, kata dia, sangat terbantu dengan jatah pupuk bersubsidi yang disediakan pemerintah.
“Tapi yang kami lihat justru stok nonsubsidi yang melimpah di pasaran, sementara NPK bersubsidi kosong” keluh Christofel.
Pihaknya berharap, kesulitan ini secepatnya bisa diatasi pemerintah.
Secara terpisah, pengelola KPL Toko Matahari menjelaskan, saat ini stok pupuk NPK bersubsidi kosong.
“Kami juga tidak bisa buat apa-apa, hanya tunggu suplai dari Pupuk Indonesia,” katanya.
Untuk saat ini, kata dia lagi, stok pupuk NPK bersubsidi tidak tersedia.
“Kalau pupuk urea tidak masalah, stoknya ada,” lanjutnya.
Kepala Bidang Sarana, Prasarana, dan Penyuluhan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten SBD, Haris Matutina menjelaskan, stok pupuk NPK bersubsidi sudah tiba di Pelabuhan Waingapu, Sumba Timur.
“Setelah bongkar muatan selesai secepatnya akan disalurkan,” tuturnya singkat saat dikonfirmasi terpisah di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten SBD.
Kendati demikian, ia tidak menyebut jumlah stok pupuk NPK yang dialokasikan kepada petani di wilayah SBD.
Haris beralasan, stok pupuk bersubsidi ditentukan oleh Kementerian Pertanian RI.
Awalnya, ia berjanji untuk memberi data rinci terkait stok pupuk bersubsidi untuk petani di wilayah SBD.
Namun hingga berita ini tayang data stok pupuk bersubsidi yang dijanjikan Haris tidak pernah terkonfirmasi.
“Nanti saya kirim lewat WhatsApp,” katanya singkat ketika diwawancarai saat itu. ( JIP/MS )


























