TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Bangkai alat mesin pertanian (alsintan) dari berbagai jenis berserakan tak terurus di kintal kebun Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.
Pantauan awak media, Rabu (15/04/2026) didapati sejumlah bangkai traktor dan beberapa jenis alat mesin pertanian lain dalam kondisi mengenaskan.

Bangkai traktor besar yang sudah tertutup rerimbunan semak belukar. ( Foto Menara Sumba )
Bahkan sebagian alsintan yang diduga adalah bantuan pemerintah pusat tahun 2015 ini pun sudah tak terlihat karena tertutup semak belukar.
Kepada awak media, staf yang bertugas menjaga gudang mengaku tak bisa berbuat apa-apa.
“Kami kesulitan karena alsintan yang ada cukup banyak,” ujarnya singkat.
Mirisnya, alsintan ini sudah dalam keadaan tidak utuh karena dipreteli, bahkan terlihat ban traktor dan bagian alat mesin yang berceceran.
Demikian halnya sebuah pick up Izusu Panther hitam yang disebut sebagai inventaris Brigade Alsintan pun parkir dalam keadaan tidak utuh.

Bangkai alsintan lain yang juga tertutup semak dan rumput di kebun dinas. ( Foto Menara Sumba )
Sebuah traktor besar juga hampir tak terlihat karena tertutup semak tinggi di pelataran lain kebun ini.
Bangun Gudang Alsintan
Sebelumnya, kondisi memprihatinkan ini telah dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten SBD, Ir. Yohanes Frin Tuka, Selasa (14/04/2026).
Ia menyebut, perawatan alsintan terkendala dana yang tidak memadai.
Bantuan alsintan yang diadakan pada masa sebelumnya ini, lanjut Frin Tuka, butuh anggaran ekstra untuk biaya perawatan dan gaji operator.
“Mungkin saat itu kesulitan anggaran karena jumlah alsintan yang banyak,” jelas Frin Tuka.
Pihaknya kini sudah merencanakan dan mengajukan anggaran pembangunan gudang alat di kebun dinas.
Apalagi, kata dia, ada tambahan bantuan 25 unit traktor besar dan Combine Harvester (mesin potong padi multifungsi).
Dengan demikian, harus ada upaya pemeliharaan terhadap aset alsintan yang nilainya mencapai ratusan miliar ini.
“Kita berharap rencana ini bisa terlaksana sehingga ada tempat yang layak untuk parkir alsintan saat tidak beroperasi,” tandasnya. ( JIP/MS )

























