TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Saat ini Bandara Lede Kalumbang, Tambolaka , SBD jadi satu-satunya akses jalur penerbangan yang menghubungkan Sumba dan Bali.
Pasalnya, rute penerbangan dari Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapu, Sumba Timur tujuan Denpasar dan sebaliknya tidak lagi tersedia.

Hal ini dikarenakan otoritas Bandara Ngurah Rai, Bali membatasi jam aktivitas penerbangan pesawat propeller baling-baling yang hanya dibolehkan dari pukul 7 pagi sampai pukul 12 siang.
“Sedangkan pesawat yang melayani rute Denpasar-Waingapu jadwalnya sore hari,” jelas Kepala Bandar Udara Lede Kalumbang, Agus Priyatmono, ST, MM, Senin (05/01/2026).
Imbasnya, rute Waingapu-Denpasar pp yang selama ini dilayani maskapai Wings Air tidak lagi terjadwal.
Lain halnya dengan rute Denpasar-Tambolaka pp yang tetap terlayani karena jadwalnya di bawah pukul 12 siang.
Di sisi lain, ada dua maskapai yakni NAM Air dan Batik Air yang mengoperasikan pesawat Boeing 737 untuk rute Denpasar-Tambolaka pp.
Sejumlah hambatan yang membuat pesawat jet Boeing 737-500 tidak leluasa take off dari Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapu juga jadi persoalan.
Selain panjang landasan pacu yang hanya 1.850 meter, di kedua ujung runway terdapat obstacle (hambatan) yang mesti disiasati oleh pesawat berbadan besar.
“Khusus Boeing 737-500 daya angkut tidak bisa maksimum. Yang harusnya 130 penumpang, di sana hanya mampu sampai 110 penumpang, karena dua kendala itu,” sambungnya.
Akibat daya angkut yang tidak maksimal karena dibatasi, sejumlah maskapai memilih untuk absen karena alasan profit.
Kondisi ini berbeda jauh dengan Bandara Lede Kalumbang yang memiliki runway sepanjang 2.500 meter dan lebar 45 meter.
Demikian halnya di kedua ujung landasan pacu (runway) terbebas dari hambatan (obstacle).
“Jadi bebas sampai maksimum 130 penumpang masih bisa,” tandasnya. ( JIP/MS )



































