TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Akses warga Tanah Marapu yang hendak bepergian ke berbagai kota di tanah air kini kian mudah.
Mulai Januari 2026 maskapai penerbangan Batik Air membuka akses tersebut dari Bandar Udara Lede Kalumbang, Tambolaka, SBD.

Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro. ( Istimewa )
Sesuai press release yang dikeluarkan Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, Sabtu (27/13/2025) Batik Air perdana terbang mulai 9 Januari 2026.
Batik Air mengoperasikan rute langsung Denpasar – Tambolaka menggunakan pesawat jet generasi modern Airbus A320, dengan 12 kursi kelas bisnis dan 144 kursi kelas ekonomi, memberi kenyamanan lebih bagi pelanggan.
“Dengan frekuensi penerbangan tujuh kali seminggu (setiap hari), pesawat dengan nomor penerbangan ID-6324 berangkat dari Denpasar pukul 09.40 WITA dan tiba Tambolaka pukul 10.55 WITA,” jelas Danang.
Sedangkan dari Tambolaka pesawat dengan nomor penerbangan ID-6325 berangkat pukul 11.35 WITA dan tiba Denpasar pukul 12.50 WITA.
Selanjutnya, penerbangan ke kota Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Solo, Jember, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Manado,Lombok, Labuan Bajo, serta 10 kota lainnya akan terhubung lewat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Sementara penerbangan internasional ke Sumba juga terkoneksi via Bali dari kota Bangkok, Kuala Lumpur, dan Singapura di Asia, serta kota Perth, Brisbane, Melbourne, dan Sydney di Australia.
Penghubung Kehidupan
Danang menyebut, rute ini bukan sekadar penerbangan baru, melainkan jalur penghubung kehidupan.
“Menghubungkan masyarakat, membuka peluang usaha, memperluas arus wisata, serta mendorong pemerataan pembangunan di NTT, khususnya SBD, Sumba Barat, dan Sumba Tengah,” timpalnya.

Landasan pacu Bandara Lede Kalumbang, Tambolaka, SBD. ( Foto Menara Sumba )
Seluruh proses perjalanan kini semakin mudah melalui aplikasi BookCabin dimana pelanggan dapat melakukan pemesanan tiket pesawat, check-in online, dan pemesanan hotel/akomodasi.
Bagi masyarakat Sumba, rute ini membuka akses mobilitas yang lebih luas.
“Bagi pelaku usaha dan UMKM, jalur ini mempercepat distribusi, pertemuan bisnis, dan kerja sama lintas daerah,” tambahnya.
Sedangkan bagi wisatawan, perjalanan menuju hamparan savana, budaya Marapu, pantai-pantai eksotis, dan desa adat Sumba kini terasa jauh lebih sederhana.
Nilai Lebih untuk Banyak Kepentingan
Kehadiran Batik Air membawa keuntungan bagi masyarakat karena perjalanan ke pusat layanan kesehatan, pendidikan, pemerintahan, dan keluarga menjadi lebih cepat serta nyaman.
Dengan rute baru ini, pebisnis dan UMKM dipermudah untuk membuka peluang distribusi barang, investasi, dan kolaborasi lintas wilayah, termasuk sektor pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatif.
Para wisatawan pun akan mendapatkan akses langsung ke destinasi unggulan Pulau Sumba dengan koneksi luas dari berbagai kota besar dan internasional.
“Bagi daerah dapat memperkuat posisi Sumba sebagai destinasi strategis nasional dan global, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” pungkas Danang. ( JIP/MS )



































