Pertanian/Peternakan

Permintaan Meningkat, Kuota Kuda SBD ke Jeneponto Ditambah 100 Ekor

×

Permintaan Meningkat, Kuota Kuda SBD ke Jeneponto Ditambah 100 Ekor

Sebarkan artikel ini

TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM — Kuota pengiriman ternak kuda antarpulau dari Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), ke Jeneponto, Sulawesi Selatan, mendapat tambahan sebanyak 100 ekor.

Penambahan kuota tersebut dibagi kepada dua perusahaan yang melakukan kegiatan pengiriman ternak kuda dari SBD, yakni CV Hijrah dan CV Putra Aero.

Masing-masing perusahaan mendapatkan alokasi sebanyak 50 ekor kuda.

Kepala Karantina Satuan Pelayanan Waikelo, drh. Verderika Lobo, menjelaskan hal tersebut saat ditemui pada Rabu (23/09/2026).

Menurut Verderika, pada hari itu sedang dilakukan pemeriksaan atau kir terhadap ternak kuda yang akan dikirim ke Jeneponto, Sulawesi Selatan.

“Hari ini kita melakukan kegiatan pemeriksaan ternak kuda karena sudah ada penambahan kuota sebanyak 100 ekor,” jelasnya.

Ia mengatakan, pemeriksaan yang berlangsung saat ini dilakukan terhadap 50 ekor kuda berdasarkan permohonan yang diajukan oleh CV Hijrah.

Pemeriksaan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten SBD.

Sejumlah aspek diperiksa, mulai dari kondisi fisik ternak, KTP ternak, usia, jenis kelamin, hingga pengambilan sampel darah.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi dasar untuk menentukan apakah seluruh ternak memenuhi persyaratan untuk diberangkatkan atau terdapat ternak yang tidak lolos pemeriksaan.

“Kita menunggu hasil pemeriksaannya, apakah lolos semua 50 ekor atau tidak,” kata Verderika.

Sementara itu, pihak Karantina, kata dia, masih menunggu hasil pemeriksaan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sebagai salah satu dasar dalam proses penerbitan rekomendasi.

“Rekomendasi kami untuk antarpulaukan kuda-kuda itu berdasarkan hasil pemeriksaan pihak dinas,” jelasnya.

Permintaan Tinggi, Harga Kuda Ikut Naik

Verderika menilai tingginya permintaan kuda dari Sumba untuk dikirim ke Jeneponto turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat peternak.

Menurut dia, meningkatnya permintaan antarpulau membuat harga ternak kuda ikut mengalami kenaikan sehingga memberikan keuntungan bagi peternak.

“Secara ekonomi, menguntungkan masyarakat peternak di Sumba karena harga kuda ikut merangkak naik,” ungkapnya.

Ia berharap peluang ekonomi tersebut dapat terus berkembang dengan adanya peningkatan kuota pengiriman kuda dari Kabupaten SBD pada tahun mendatang.

Bahkan, pihaknya berharap kuota antarpulau kuda dari SBD dapat mencapai 500 ekor pada tahun berikutnya.

Penambahan kuota dan meningkatnya permintaan pasar antarpulau tersebut menjadi peluang bagi peternak kuda di SBD untuk meningkatkan nilai ekonomi ternaknya, dengan tetap memenuhi ketentuan pemeriksaan kesehatan hewan dan persyaratan karantina sebelum pengiriman. ( JIP/MS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *