SUMBA BARAT DAYA, MENARASUMBA.COM – Gempa bumi tektonik kembali mengguncang wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (05/10/2026) malam.
Gempa berkekuatan Magnitudo 4,3 tersebut merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa M5,9 yang mengguncang Kodi pada Minggu (04/10/2026).
Berdasarkan informasi resmi BMKG Stasiun Geofisika Kupang, gempa terjadi pada pukul 19:17:20 WIB atau sekitar 20:17 WITA.
Informasi tersebut disampaikan Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, S.Si., M.Si., dalam keterangan tertanggal 5 Oktober 2026.
Hasil analisis BMKG mencatat episenter gempa berada pada koordinat 9,77° LS dan 118,94° BT, tepatnya di laut sekitar 20 kilometer sebelah selatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, dengan kedalaman 16 kilometer.
BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Gempa Dangkal Akibat Aktivitas Sesar Aktif
BMKG menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi tersebut merupakan gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas sesar aktif.
Sementara itu, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.
Guncangan gempa turut dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG, intensitas gempa mencapai III-IV MMI di Kota Tambolaka.
Pada skala III-IV MMI, getaran dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, terutama pada kondisi siang hari.
Selain Tambolaka, guncangan juga tercatat dirasakan hingga Kabupaten Bima dengan intensitas III MMI.
Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk yang sedang melintas.
Bagian dari Rangkaian Gempa Susulan M5,9
Gempa M4,3 ini bukan merupakan kejadian tunggal. BMKG menyatakan gempa tersebut merupakan bagian dari rangkaian aktivitas gempa susulan (aftershock) setelah gempa utama berkekuatan M5,9 yang terjadi di wilayah Kodi, Sumba Barat Daya, pada Minggu, 4 Oktober 2026 pukul 05:55:52 WIB.
Hingga Senin (/5/10/2026) pukul 19:40:00 WIB, BMKG telah mencatat sebanyak 427 aktivitas gempa bumi susulan.
Dari ratusan gempa susulan tersebut, magnitudo terbesar tercatat mencapai M4,8.
Tingginya aktivitas gempa susulan membuat BMKG terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah Sumba Barat Daya.
Imbau Warga Tetap Tenang
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa bumi, karena kondisi bangunan dapat membahayakan keselamatan jika kembali terjadi guncangan.
BMKG memastikan pemantauan aktivitas gempa bumi susulan akan terus dilakukan dan informasi terbaru akan disampaikan kepada pemangku kepentingan serta masyarakat.
“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” demikian imbauan BMKG. ( TIM/MS)






















