WAIKABUBAK, MENARASUMBA.COM– Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, S.H., bergerak cepat menyikapi insiden tawuran yang melibatkan pendukung kesebelasan Persetan dan Anatari usai pertandingan Bupati Sumba Barat Cup 2026 di Stadion Manda Elu, Selasa (14/07/2026).
Sesaat setelah situasi berhasil dikendalikan aparat keamanan, Bupati Yohanis Dade langsung menemui panitia penyelenggara di tribun stadion. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan keprihatinannya atas aksi para suporter yang dinilai telah mencoreng nilai sportivitas dan semangat persaudaraan yang menjadi tujuan utama penyelenggaraan turnamen.
“Bupati Cup digelar sebagai ajang pembinaan atlet, mempererat persaudaraan, sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat. Jangan sampai perjuangan para pemain di lapangan dirusak oleh tindakan segelintir oknum suporter,” tegas Bupati dalam siaran pers Prokopim Sumba Barat.
Sikap tegas tersebut kembali disampaikan dalam rapat evaluasi yang digelar di Rumah Jabatan Bupati. Pertemuan itu dihadiri Dandim 1613/Sumba Barat Letkol Inf. Ignasius Hali Sogen, SE, M.Han, Kapolres Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali, SS, MH, Ketua PSSI Kabupaten Sumba Barat Lukas Pewu, SH, serta panitia penyelenggara Bupati Sumba Barat Cup 2026.
Dalam rapat tersebut, Bupati meminta panitia melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan turnamen, terutama pada aspek pengamanan pertandingan, pengelolaan suporter, serta tata kelola pelaksanaan kompetisi agar insiden serupa tidak kembali terjadi.
Terkait kemungkinan pemberian sanksi terhadap kesebelasan maupun pihak-pihak yang terbukti melanggar aturan, Bupati menyerahkan sepenuhnya kepada Panitia Penyelenggara sesuai regulasi disiplin PSSI di bawah supervisi PSSI Kabupaten Sumba Barat.
Meski diwarnai insiden tawuran, Bupati memastikan Bupati Sumba Barat Cup 2026 tetap dilanjutkan. Namun, seluruh pihak diminta meningkatkan komitmen menjaga keamanan dan ketertiban selama sisa pertandingan berlangsung.
“Panitia, tim peserta, ofisial, suporter, dan aparat keamanan harus bersama-sama menjaga kondusivitas agar turnamen berjalan aman, nyaman, serta tetap menjunjung tinggi sportivitas dan fair play,” ujarnya.
Usai pertemuan tersebut, Ketua PSSI Kabupaten Sumba Barat bersama panitia penyelenggara dijadwalkan menggelar rapat internal guna menetapkan keputusan resmi dan langkah lanjutan terkait insiden tawuran tersebut.
Di akhir arahannya, Bupati juga memberikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri yang dinilai sigap mengendalikan situasi sehingga bentrokan antarsuporter tidak meluas dan kondisi Stadion Manda Elu dapat segera kembali kondusif.
Menurutnya, sinergi seluruh elemen menjadi faktor penting agar pelaksanaan Bupati Sumba Barat Cup 2026 dapat berlangsung aman, tertib, sukses, serta tetap menjadi ajang pemersatu masyarakat dan pembinaan atlet sepak bola di Kabupaten Sumba Barat. ( PROKOPIM-SB/MS )

















