WEWEWA BARAT, MENARASUMBA.COM– Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) telah dilakukan di Desa Wee Kombaka, Kecamatan Wewewa Barat.
Bertempat di Aula Kantor Desa Wee Kombaka, Selasa (27/05/2025) dilangsungkan musyawarah desa khusus untuk membentuk Kopdes Merah Putih.

Sejumlah butir kesepakatan telah diputuskan oleh peserta musyawarah yang terdiri dari unsur pemerintah desa, BPD, PKK, Karang Taruna, kelompok tani, lembaga adat desa, pelaku usaha, Pendamping Desa, dan Pendamping Lokal Desa.
Musyawarah ini juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten SBD, serta perwakilan pemerintah kecamatan.
Lima orang badan pengurus dan tiga orang badan pengawas telah ditunjuk oleh peserta musyawarah.
Forum musyawarah menyepakati Marinus Siprianto Malo sebagai ketua, Gerardus Teruna Bulu Tukang sebagai wakil ketua I, Maria Imakulata Pande Pata sebagai wakil ketua II, Yakobus Jeksansius Malo sebagai sekretaris, dan Maria Gorista Kii sebagai bendahara.
Sedangkan Badan Pengawas yang ditunjuk adalah Melkianus Bili Lede sebagai dengan beranggotakan Lukas Yalla dan Lukas Loghe Dowe.Kepala Desa Wee Kombaka,
Melkianus Bili Lede yang juga Ketua Badan Pengawas berharap Kopdes Merah Putih ini menjadi soko guru yang membangkitkan ekonomi rakyat di desa itu.
“Kita semua menaruh harap agar koperasi ini menjadi penggerak ekonomi rakyat kecil yang menyandarkan hidup pada usaha tani,” ujarnya.
Menurut Kades Melkianus, hal paling prinsip yang diimpikan warga Wee Kombaka adalah stabilisasi harga komoditi pertanian.
Dengan hadirnya Koperasi Desa Merah Putih proteksi harga hasil bumi petani bisa dilakukan secara berkesinambungan.
“Pemasaran hasil pertanian akan bermuara dari koperasi, dan ini tentunya sangat menguntungkan petani karena terhindar dari praktik tengkulak yang selama ini memainkan harga komoditi,” imbuhnya.
Selain itu, koperasi ini juga menjadi penyedia berbagai kebutuhan pokok seperti sembako, termasuk pupuk, herbisida, dan alat pertanian lainnya.
Ada pula gerai simpan pinjam untuk memutus mata rantai rentenir yang selama ini memberi pinjaman dengan bunga mencekik.
Hadirnya Kopdes Merah Putih ini, sebut Melkianus, membawa harapan baru yang akan menggeliatkan roda ekonomi warga di desa Wee Kombaka.
“Ada simbiose mutualisma. Warga terhindar dari jerat tengkulak dan rentenir, juga menikmati keuntungan dari hasil usaha koperasi karena mereka adalah anggota Kopdes Merah Putih,” timpalnya.
Kopdes Merah Putih Desa Wee Kombaka memiliki delapan bidang usaha yakni perikanan, peternakan, pariwisata, gerai sembako, gerai obat murah/apotik desa, gerai klinik desa, gerai kantor koperasi, dan gerai unit simpan pinjam. ( JIP/MS )





















































