WEWEWA SELATAN, MENARASUMBA.COM – Baru beberapa hari lalu penegasan batas wilayah antara Desa Weri Lolo, Kecamatan Wewewa Selatan dan Desa Wee Kurra, Kecamatan Wewewa Barat dilakukan Bupati SBD.
Turun langsung pada Jumat (10/10/2025) di Wee Waira salah satu titik pilar yang dijadikan lokasi penegasan kembali batas wilayah itu, Bupati Ratu Wulla Talu, ST memimpin penandatanganan pernyataan kedua belah pihak.
Dalam situasi yang panas saat itu, penandatanganan pernyataan tetap berlangsung, meski kemudian pada Sabtu (11/10/2025) ketegangan kembali muncul di lokasi lahan warga Wee Kurra yang diklaim oleh sejumlah warga Weri Lolo.
Kegentingan terus berlangsung tanpa dapat dikendalikan hingga saling serang pada Senin (13/10/2025) kembali berlangsung sekira pukul 08.30 WITA.
Sumber informasi terpercaya yang diperoleh media ini menyebut, satu korban telah ditemukan dalam keadaan tewas.
“Informasi dari masyarakat terkait saling serang antara warga Desa Weri Lolo dan warga Desa Wee Kurra sekitar jam 08.30 WITA, bahwa korban belum ditemukan,” sebut sumber informasi ini.
Atas dasar itu maka Bhabinkamtibmas, Kanit Intel Polsek Wewewa Barat bersama masyarakat melakukan pencarian terhadap korban.
Dalam pencarian itu korban ditemukan sudah tewas dibunuh.
Adapun identitas korban adalah Istefanus Bili Ghadi alias Bapak Juwita (35), warga Kampung Bali Kangali, Desa Wee Kurra, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya.
Kapolres SBD, AKBP Harianto Rantesalu, SIK, MSi melalui Kepala Seksi Humas, AKP Bernardus Mbili Kandi belum bisa memberikan keterangan.
“Sementara anggota Polres SBD sedang berada di lokasi dalam rangka ungkap kasus tersebut,” ujarnya singkat. ( JIP/MS )


































