TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Kejanggalan demi kejanggalan terus bermunculan atas kematian tragis Damaris Ronga Milla Mesa pada 21 Januari 2026 lalu.
Keluarga mendapati hal yang bertolakbelakang dengan narasi almarhumah meninggal karena ditabrak mobil.
Luka tidak wajar di tubuh korban, diselaraskan lagi dengan kondisi mobil yang tidak terlihat penyok di bagian depan.
Dari foto yang diperlihatkan kepada awak media, ada luka sayatan memanjang dari kanan ke kiri di perut bagian bawah pusar, dimana sobekannya terlihat dalam.

Almarhumah Damaris Ronga Milla Mesa semasa hidup. ( Istimewa )
Ada pula tikam di lengan kiri, luka robek di dada kiri, luka sayat di wajah, dan luka tikam di bawah dagu yang diduga tembus ke tengkorak.
Ekspresi datar dan intonasi tanpa sedih yang diperlihatkan sang suami Marten Malo Nono juga tak luput dari perhatian keluarga korban (orang tua, saudara kandung, dan paman) yang sangat terpukul atas peristiwa memilukan ini.
Martinus Mali Ngara salah satu saudara korban merasakan hal tidak wajar itu.
Kejanggalan nampak jelas saat Martinus bersama ibunya dan keluarga lain tiba dari RSUD Waikabubak bersama jenazah Damaris, pada Rabu (21/01/2026).
Ia berkisah, ketika mobil jenazah parkir di depan rumah, Marten terlihat hanya duduk lipat tangan di teras rumah.
“Tidak ada rasa sedih, rasa kehilangan. Sampai saya punya Mama turun dari mobil dan teriak dalam bahasa daerah, Bapak Alfin ne ko taiko ra’a nggai ana gu, ko pamate gai ana (Bapak Alfin kenapa kau bunuh anak saya),” kisah Martinus.
Meski sudah diteriaki mertua, namun Marten bergeming saja di tempat ia duduk.
Hingga akhirnya orang-orang yang berada di dekatnya menegur dan mengingatkan Marten.
“Saat itu barulah ia bangkit dari duduknya dan menemui Mama saya,” beber Martinus lagi.
Berbagai kejanggalan, baik dari kisah dan alibi terkait hilangnya korban hingga perangai sang suami yang aneh membuat kecurigaan keluarga kian menguat.
Keluarga akhirnya memutuskan untuk melapor terkait dugaan kematian korban yang tidak wajar ini, bahkan telah mengajukan permohonan autopsi.
“Kami akan berjuang agar misteri kematian saudari kami terungkap terang benderang,” tandasnya.
Hingga kini, pihak suami almarhumah belum ada yang bersedia dikonfirmasi.
Bahkan, kuasa hukum dari LBH Sarnelli yang dikonfirmasi, Jumat (09/04/2026) di Mapolres SBD pun enggan berkomentar.
“No comment,” ucap sang kuasa hukum singkat sambil berlalu. ( JIP/MS )




























