TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Nasib naas dialami AJG, warga Desa Tanggaba, Kecamatan Wewewa Tengah, Kabupaten SBD, NTT.
Pria 25 tahun ini jadi korban keberingasan sesama jenis saat dalam kondisi mabuk pada Jumat (26/09/2025) malam.
Ia mengisahkan peristiwa naas tersebut kepada awak media yang mewawancarainya, Sabtu (27/09/2025) di Mapolres SBD.
“Saya datang untuk melaporkan kejadian semalam dimana saya mendapat perlakuan tidak senonoh dari Ray,” ungkapnya.
Ditemani sejumlah kerabat, ia membuat laporan polisi di SPKT Polres SBD sore itu.
Menurut dia, peristiwa kelam ini bermula tatkala Ray (pelaku) datang ke rumahnya dan kemudian menenggak miras (moke) bersama malam itu.
Akibat mabuk parah ia pun tertidur di kamarnya, dan dalam keadaan tidak sadar karena lelap dirinya digerayangi termasuk alat vital ikut “dilumat” pelaku.
“Saya tidak tahu jika ia juga ikut tidur di kamar lalu mengunci pintu, paginya saat terbangun saya lihat ia juga ada dalam kamar,” tuturnya.
Ketika terbangun itulah ia merasa ada yang aneh karena di leher dan beberapa bagian tubuh nampak lebam.
Bahkan kemudian ia merasakan sakit di bagian alat vital.
AJG kemudian mendatangi rumah saudaranya lalu menceritakan apa yang dialaminya semalam.
“Atas anjuran keluarga saya mendatangi Mapolsek Wewewa Timur untuk melaporkan kejadian ini, tapi kami diminta untuk melapor langsung ke Polres SBD,” katanya lagi.
Lebih lanjut AJG menjelaskan, pagi hari saat masih dalam kondisi setengah sadar ia merasa pelaku memakaikan celana pendek kepadanya.
“Tubuh saya terasa berat tidak bisa bergerak, mata pun sulit terbuka tapi samar terlihat ia sedang memakaikan celana pendek saya,” bebernya.
Saat benar-benar pulih AJG bangun dan kemudian kaget saat mengetahui dirinya tak lagi mengenakan celana dalam.
Dalam kondisi kaget bercampur emosi ia bergegas menuju ke rumah salah seorang saudara untuk menceritakan apa yang dialaminya.
Saat meninggalkan rumah AJG tidak bicara apa pun pada pelaku.
“Ia malah mengirim pesan chat WhatsApp meminta saya untuk tidak melaporkan perbuatannya. Cukup kita dua saja yang tahu,” imbuh AJG menirukan kata-kata pelaku dalam chat itu.
Ia berharap setelah pengaduannya diterima, polisi segera menangkap pelaku dan memproses hukum atas perbuatan bejatnya itu.
“Saya minta agar polisi mengusut tuntas peristiwa ini,” tandasnya. ( JIP/MS )






























