TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Kejanggalan demi kejanggalan terus bermunculan atas kematian tragis Damaris Ronga Milla Mesa pada 21 Januari 2026 lalu.
Keluarga mendapati hal yang bertolakbelakang dengan narasi almarhumah meninggal karena ditabrak mobil.

Kornelis Komba saudara kandung korban yang sempat mengecek langsung keadaan usai peristiwa tragis itu. ( Foto Menara Sumba )
Luka tidak wajar di tubuh korban, diselaraskan lagi dengan kondisi mobil yang tidak terlihat penyok di bagian depan.
Ekspresi datar dan intonasi tanpa sedih yang diperlihatkan sang suami Marten Malo Nono juga tak luput dari perhatian keluarga korban (orang tua, saudara kandung, dan paman) yang sangat terpukul atas peristiwa memilukan ini.
Kornelis Komba adalah salah satu saudara korban yang merasakan kejanggalan itu
Begitu mendengar kabar hilangnya Damaris ia mendatangi rumah korban di Lete Timmuna pada Rabu (21/03/2026) pagi itu dan mendapati sang ipar Marten Malo Nono sedang duduk di rumah tetangga.
Kornelis terperangah saat mendengar pernyataan Marten Malo Nono ketika ditanya keberadaan korban.
“A pu’buka ‘ba oto mate ‘bana ne’i umma karo’duka (sudah hancur ditabrak dan lagi di rumah sakit),” kata Marten saat itu.
Salah satu kerabat Marten yang pertama ditemui Kornelis bahkan langsung memeluk dan mengatakan tidak tahu apa-apa.
“Kami bertemu pertama dengan Ibu Ina Okta yang langsung peluk dan katakan saya tidak tahu apa-apa,” ucap Kornelis.
Usai mendapati Marten yang tanpa ekspresi sedih, bahkan menyebut istrinya telah remuk tertabrak mobil, Kornelis pun melaju menuju rumah sakit.
Sesampainya di RSUD Waikabubak, Sumba Barat jasad korban sudah berada di ruang pemulasaraan jenazah.
“Setelah itu kami beramai-ramai mengantar jenazah Mama Alvin ke rumah duka, tanpa seorang pun keluarga dekat dalam rumah yang ikut,” tutupnya mengakhiri wawancara. ( TIM/MS )






















