TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM — Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Parera menegaskan, kekuatan PDI Perjuangan di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak cukup hanya mengandalkan basis massa, tetapi harus dijaga melalui konsolidasi dan pengorganisasian partai yang kuat.
Hal tersebut disampaikan Andreas saat menghadiri Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) yang berlangsung di Tambolaka, Rabu (12/8/2026).
Andreas mengatakan, Musancab di Sumba Barat Daya merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi organisasi PDI Perjuangan yang telah berlangsung di berbagai wilayah NTT dan secara nasional.
“Kedatangan hari ini merupakan rangkaian perjalanan yang panjang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsolidasi dan Musancab telah dilakukan secara bertahap di berbagai daerah di NTT.
Di wilayah Flores, Lembata dan Alor, kegiatan tersebut telah dilaksanakan sekitar satu setengah bulan sebelumnya.

Konsolidasi ini berlanjut di wilayah Timor sekitar dua minggu lalu, sebelum kemudian digelar di Sumba Timur, Sumba Tengah, dan Sumba Barat sejak Senin.
“Dan hari ini terakhir di Sumba Barat Daya,” imbuhnya.
Menurut dia, dengan terlaksananya Musancab di SBD, PDI Perjuangan telah menyelesaikan salah satu tahapan penting konsolidasi struktur partai di NTT.
Ia menyebut, kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses konsolidasi organisasi PDI Perjuangan secara nasional.
Perkuat Konsolidasi Struktur
Lebih lanjut ia menjelaskan, konsolidasi organisasi PDI Perjuangan telah berlangsung sejak tahun sebelumnya, dimulai dari Kongres, Konferda hingga Konfercab di tingkat kabupaten dan kota.
Dari proses tersebut, kata dia, PDI Perjuangan kini memiliki struktur kepengurusan mulai dari tingkat pusat hingga daerah.
“Kita sudah punya struktur DPP, kita punya 38 DPD seluruh provinsi, dan 514 struktur DPC di seluruh Indonesia,” jelasnya lagi.
Sementara untuk tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC), Andreas menyebut, sekitar 91 persen struktur PAC di seluruh kecamatan di Indonesia telah terbentuk.
Ia mengatakan, hingga pertengahan Agustus 2026, proses Musancab di seluruh Indonesia ditargetkan telah selesai.

Terkait posisi NTT yang selama ini dikenal sebagai salah satu basis kuat PDI Perjuangan, Andreas menilai konsolidasi organisasi menjadi salah satu kunci untuk mempertahankan kekuatan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan ketika dirinya ditanya mengenai strategi PDIP menjaga konsistensi basis politik di NTT di tengah munculnya isu persaingan dengan kubu yang disebut sebagai “gajah”.
Menurut Andreas, pengelolaan organisasi merupakan inti dari kerja politik partai.
“Mengurus partai itu intinya adalah mengurus organisasi, mengurus organisasi dan mempersiapkan struktur partai,” tegasnya.
Ia kemudian membandingkan organisasi partai dengan kelompok yang tidak memiliki struktur dan sistem pengorganisasian yang kuat.
“Kenapa? Itu membedakan antara gerombolan dengan organisasi,” imbuhnya.
Andreas mengakui, pada masa awal perjuangan politik, kelompok pendukung Megawati atau Pro Mega juga pernah berada dalam kondisi seperti sebuah gerombolan kecil.
Namun, menurutnya, kekuatan tersebut kemudian dibangun menjadi organisasi partai yang memiliki struktur dan sistem kerja yang jelas.
“Kita mengorganisir partai ini, membentuk struktur partai yang terorganisir dengan baik,” katanya lebih lanjut.
Pengorganisasian Jadi Kekuatan
Lebih lanjut Andreas menandaskan, kuatnya struktur organisasi menjadi salah satu faktor yang membuat PDI Perjuangan mampu menghadapi berbagai tantangan politik, termasuk pada Pemilu 2024.
“Pada pemilu 2024 melawan berbagai macam hal, tapi PDI Perjuangan jadi partai pemenang,” sebut Andreas.
Menurut dia, pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya konsolidasi organisasi secara terus-menerus.
“Kenapa? Karena terorganisir baik,” tegasnya pula.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran partai untuk tidak berhenti melakukan konsolidasi.
Ia menekankan bahwa kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh jumlah kader atau massa, tetapi juga oleh kemampuan organisasi dalam menjalankan program serta merespons persoalan dan aspirasi masyarakat.
“Hanya dengan pengorganisasian yang baik, program-program partai yang baik, bagaimana merespon semua kebijakan-kebijakan, apa yang disampaikan aspirasi dari masyarakat, inilah ukuran daripada bagaimana mengurus partai itu,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Andreas juga menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya pengalaman berorganisasi bagi kader partai.
Menurut dia, kemampuan mengelola partai merupakan bentuk latihan dalam mengelola pemerintahan dan negara.
“Intinya mengurus negara dalam skala mikro itu adalah mengurus partai,” sambungnya.
Karena itu, ia mengingatkan kader agar memiliki pengalaman dan kemampuan organisasi sebelum menduduki jabatan politik yang lebih tinggi.
Musancab PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Sumba Barat Daya tersebut menjadi bagian dari agenda konsolidasi internal partai untuk memperkuat struktur hingga tingkat kecamatan sekaligus mempersiapkan kader menghadapi dinamika politik ke depan.
“Kau siap mengurus partai, kau siap mengurus negara. Jangan tiba-tiba kau jadi wakil presiden, tiba-tiba jadi ketua partai. Itu persoalannya,” pungkas Andreas. ( JIP/MS)

















