TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM โ Penambahan kuota pengantarpulauan ternak kuda dari Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) mendapat sambutan positif dari pelaku usaha. Kebijakan tersebut dinilai memberikan ruang bagi masyarakat untuk kembali menjual ternaknya ke luar pulau, khususnya ke Sulawesi Selatan.
Wakil Direktur CV Hijrah, Sadam Ibrahim Loka, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Pemerintah Kabupaten SBD, serta seluruh instansi yang terlibat dalam penentuan penambahan kuota.
Ia menyampaikan pernyataan ini saat dikonfirmasi di sela-sela pelaksanaan pemeriksaan ternak kuda di Karantina Satuan Pelayanan Waikelo, Rabu (23/09/2026).
โPertama-tama hari ini saya berterima kasih kepada Pak Gubernur bersama jajaran Dinas Peternakan baik tingkat provinsi hingga kabupaten, serta semua instansi yang terlibat, termasuk insan pers,โ ujar Sadam.

๐๐๐ข๐๐ง๐๐ ๐จ๐๐๐ฃ ๐ ๐ช๐๐ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐๐๐ก๐๐ ๐ช๐ ๐๐ฃ ๐ฅ๐๐ฉ๐ช๐๐๐จ ๐ฟ๐๐ฃ๐๐จ ๐๐๐ฉ๐๐ง๐ฃ๐๐ ๐๐ฃ ๐๐๐ฃ ๐๐๐จ๐๐๐๐ฉ๐๐ฃ ๐๐๐ฌ๐๐ฃ ๐๐๐๐ช๐ฅ๐๐ฉ๐๐ฃ ๐๐ฝ๐ฟ ๐๐ ๐๐๐ง๐๐ฃ๐ฉ๐๐ฃ๐ ๐๐๐ฉ๐ฅ๐๐ก ๐๐๐๐ ๐๐ก๐ค. ( ๐๐ค๐ฉ๐ค ๐๐๐ฃ๐๐ง๐ ๐๐ช๐ข๐๐)
Menurutnya, tambahan kuota tahun 2026 sangat berarti bagi para pengusaha yang mengantarpulauan ternak kuda.
Sebab, selama menjalankan usaha tersebut, baru tahun ini terdapat penambahan kuota setelah jatah pengiriman yang telah dialokasikan sebelumnya selesai direalisasikan.
โBerkaitan dengan kuota tambahan, selaku perusahaan pengantarpulau kuda sangat berterima kasih atas kebaikan Bapak Gubernur terkait penambahan kuota khusus tahun ini,โ katanya.
Ia berharap kebijakan serupa dapat dilanjutkan pada tahun mendatang dengan jumlah kuota yang lebih besar untuk Kabupaten SBD.
Permintaan dari Sulawesi Terus Meningkat
Sadam mengatakan, tingginya antusiasme masyarakat SBD untuk menjual kuda jadi salah satu alasan perlunya penambahan kuota pengantarpulauan.
Menurut dia, permintaan dari Sulawesi juga menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.
Bahkan, berdasarkan kebutuhan pasar yang ada, permintaan khusus dari kalangan pengusaha dapat mencapai sekitar 500 ekor.
โStatistik permintaan yang ada di sini juga mungkin 500 ekor, khusus dari kami pengusaha ataupun juga dari perusahaan yang menangani pengiriman ternak ke luar pulau,โ jelasnya.
Ia menyebut, peningkatan permintaan tersebut memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat pemilik ternak di SBD.
โUntuk permintaan sendiri dari Sulawesi semakin tahun kian meningkat. Artinya, ada feedback untuk masyarakat kita di sini,โ timpalnya.
Menurut Sadam, masyarakat SBD tidak hanya memiliki peluang menjual ternaknya melalui pedagang lokal, tetapi juga mendapatkan manfaat dari terbukanya pasar langsung ke wilayah Sulawesi.
Harga Kuda Naik hingga 15 Juta
Meningkatnya permintaan dari Sulawesi juga berdampak terhadap harga jual kuda di SBD.
Sadam mengungkapkan, harga kuda pada 2026 mengalami peningkatan cukup signifikan, baik untuk kuda betina nonproduktif maupun kuda jantan.
Jika sebelumnya harga berada di kisaran Rp13 juta per ekor, kini harga dapat mencapai Rp14 juta hingga Rp15 juta.
โAda peningkatan signifikan yang membantu peternak kita,โ bebernya.
Ia menilai tingginya kebutuhan pasar Sulawesi turut menciptakan persaingan harga di tingkat pedagang.
Kondisi tersebut, menurutnya, juga menciptakan kompetisi harga antara pedagang ternak di Waingalu, Sumba Timur, dengan pedagang di Sumba Barat Daya.
โKarena memang permintaan untuk kebutuhan di Sulawesi tinggi sekali, sehingga ada persaingan harga dan juga baik untuk masyarakat di sini,โ ujarnya.
Jeneponto Jadi Salah Satu Tujuan Utama
Lebih lanjut Sadam mengatakan, kebutuhan kuda dari Sulawesi berlangsung sepanjang tahun.
Salah satu wilayah tujuan utama pengiriman dari daratan Sumba adalah Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
โUntuk kebutuhan sepanjang tahun supplier terbesar ke Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan didatangkan dari daratan Sumba,โ pungkasnya.
Sementara itu, pelaksanaan pemeriksaan ternak kuda di Karantina Satuan Pelayanan Waikelo pada Rabu (23/09/2026) dilakukan menyusul adanya tambahan kuota pengantarpulauan sebanyak 100 ekor, yang dibagi kepada dua perusahaan pengantarpulau kuda.
Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan ternak yang akan dikirim memenuhi persyaratan kesehatan dan ketentuan karantina sebelum diberangkatkan ke Jeneponto, Sulawesi Selatan. ( JIP/MS )






















