TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dalam beberapa hari terakhir disebut dipicu gangguan teknis di salah satu SPBU.
Akibatnya, BBM eceran pinggiran jalan pun ikut langka dan harganya meroket hingga 30 ribu per botol.
Pengawas SPBU Sheryn Indah, Kristo Nani, mengakui bahwa layanan penjualan Pertalite di SPBU tersebut telah terhenti selama dua hari terakhir akibat kendala pada sistem digitalisasi.
Saat dikonfirmasi pada Senin (22/06/2026), Kristo menjelaskan bahwa persoalan bukan disebabkan keterbatasan stok dari depot, melainkan adanya kerusakan perangkat yang menghubungkan dispenser dengan sistem digitalisasi.

Pengawas SPBU Sheryn Indah, Kristo Nani. ( Foto Menara Sumba )
“Saya mau informasikan menyangkut di SPBU Sherin Indah, Tawo Rara, ini sudah dua hari ada masalah digitalisasi. Koneksi dari dispenser ke digitalisasi tidak jadi, ada satu alat yang rusak. Jadi sekarang dalam perbaikan, itu kendalanya,” ujarnya.
Menurut dia, pasokan BBM dari depot dalam kondisi aman dan tidak mengalami gangguan.
“Kalau menyangkut pasokan stok bagus, dari depot bagus. Hanya kendala di kami sudah dua hari kami tidak bisa layani Pertalite karena kendala yang saya sampaikan tadi,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa stok Pertamax sempat habis karena meningkatnya permintaan masyarakat selama layanan Pertalite dihentikan.
“Karena orang tidak ada pilihan lain, Pertalite tidak bisa dijual. Jadi mereka semua isi Pertamax kemarin, stok yang sisa kemarin sudah habis,” jelasnya.Pihak SPBU saat ini menunggu pasokan ulang untuk kembali melayani penjualan Pertamax, sementara perbaikan sistem Pertalite masih berlangsung.Meski demikian, pengelola belum dapat memastikan kapan layanan Pertalite kembali normal.“Pertalite dalam progres, belum beroperasi tapi dalam perbaikan. Jadi kami belum bisa pastikan estimasinya kapan bisa jadi Pertalite dilayani. Tapi kami usahakan untuk secepatnya,” tutupnya. ( JIP/MS )

















