Wisata/Travel/Sosbud

Kepala Bandara Lede Kalumbang, Tambolaka: Sinergi Lintas Instansi Jadi Kunci Penanganan Darurat Penerbangan

×

Kepala Bandara Lede Kalumbang, Tambolaka: Sinergi Lintas Instansi Jadi Kunci Penanganan Darurat Penerbangan

Sebarkan artikel ini

TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Kepala UPBU Kelas II Lede Kalumbang Tambolaka, Agus Priyatmono, SST, MM, menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Komite Keamanan dan Keselamatan Penerbangan yang digelar Senin (27/06/2026) di Oro Room, Sima Hotel Sumba, Tambolaka.

Menurut Agus, pelaksanaan rapat tersebut merupakan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan beserta peraturan turunannya yang mewajibkan adanya koordinasi antarinstansi dalam penanganan gangguan keamanan maupun keselamatan penerbangan.

“Kita melaksanakan rapat Komite Keamanan dan Keselamatan Penerbangan yang dituntut oleh regulasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 beserta turunannya. Kita diwajibkan membangun sinergi dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder, baik kepolisian, TNI, pemerintah daerah, rumah sakit maupun seluruh instansi yang ada di bandar udara,” ujar Agus,.

Ia menjelaskan, rapat tersebut bertujuan menyamakan persepsi seluruh anggota komite mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi gangguan keamanan maupun kecelakaan pesawat, sehingga seluruh unsur dapat bekerja secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

“Kalau terjadi kecelakaan pesawat, apa yang harus kita laksanakan. Ini menjadi langkah awal, karena pada bulan September nanti kita akan menggelar latihan di lapangan mengenai penanganan kecelakaan pesawat agar semua pihak memahami tindakan yang harus dilakukan,” katanya.

Ia menambahkan, latihan tersebut juga bertujuan menyinkronkan tugas masing-masing instansi agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan saat menghadapi keadaan darurat.

Hal itu untuk menyinkronkan tugas para anggota Komite Keamanan dan Keselamatan Penerbangan supaya nanti di lapangan tidak saling berbenturan.

“Tugas kepolisian seperti apa, AVSEC bandara apa, pemadam kebakaran bagaimana, rumah sakit dan tenaga medis seperti apa, termasuk pengaturan ambulans dan jalur evakuasi dari bandara menuju rumah sakit. Semua itu akan kita simulasikan pada bulan September,” jelasnya.

Menurut Agus, Komite Keamanan dan Keselamatan Penerbangan terdiri atas Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV sebagai pembina dan Kepala Bandara sebagai Ketua Komite.

Sedangkan anggotanya berasal dari Dinas Perhubungan, Polres Sumba Barat Daya, Kodim, rumah sakit, BIN, Puskesmas, BPBD, Basarnas/SAR, serta seluruh stakeholder yang beroperasi di lingkungan Bandar Udara Tambolaka.

Melalui penguatan koordinasi lintas sektor tersebut, Agus berharap seluruh instansi memiliki kesiapan yang sama dalam menghadapi berbagai kondisi darurat sehingga keamanan dan keselamatan penerbangan di Bandar Udara Tambolaka dapat terus terjaga. ( JIP/MS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *