TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Permohonan Pemerintah Kabupaten SBD kepada PT Pelni agar KM Egon bisa membuka rute pelayaran ke Pelabuhan Waikelo belum terjawab.
Permohonan ini telah dilayangkan sejak tahun 2024 lalu pada masa pemerintahan Penjabat Bupati SBD, Ir. Yohanes Oktovianus, MM.
Namun hingga masa jabatan Yohanes Oktovianus berakhir dan kini beralih ke pemerintahan definitif, harapan itu masih belum terkabul.
Dikonfirmasi media ini, Senin (02/03/2026) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten SBD, Fransiskus Lamunde, S.Pt menjelaskan, kesiapan sarana dermaga menjadi penyebab utama.
“Saat tim teknis dari Jakarta lakukan survei didapati bahwa kondisi dermaga belum layak untuk kapal seukuran KM Egon sandar,” ujarnya.
Persoalan infrastruktur berlabuh bagi kapal besar yang kurang menunjang inilah yang menyebabkan KM Egon belum bisa menyinggahi Bumi Loda Wee Maringi Pada Wee Malala.
Namun, lanjut Kadis Fransiskus, harapan agar KM Egon bisa membuka rute ke Pelabuhan Waikelo tetap ada.
Kendati demikian, asa ini hanya bisa terjawab jika ada upaya peningkatan sarana dermaga yang memadai untuk mendukung mobilisasi kapal dengan tonase besar.
Semua harapan ini, kata dia, tergantung kebijakan otoritas Pelabuhan Waikelo yang berada di bawah Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI.
“Karena itu kewenangan penuh mereka selaku pengelola,” tandasnya. ( JIP/MS )

















