TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Dominikus Alphawan Rangga Kaka, SP menegaskan pentingnya penguatan sektor pertanian dan perkebunan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri pelantikan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Tani Merdeka Indonesia se-Kabupaten Sumba Barat Daya, Selasa (16/06/2026).
Dalam sambutannya, Wabup Dominikus mengatakan dirinya bersama Bupati Sumba Barat Daya turut mendukung kehadiran Tani Merdeka sebagai wadah yang diharapkan mampu memperkuat kapasitas petani serta menjawab berbagai persoalan yang selama ini dihadapi sektor pertanian di daerah.

Para pengurus PAC Tani Merdeka Indonesia se Kabupaten Sumba Barat Daya yang dilantik. ( Foto Menara Sumba )
“Hari ini kami merasa bangga dan bersyukur karena dapat bersama-sama mengukuhkan pengurus Tani Merdeka di Bumi Loda Wee Maringi, Pada Wee Malala. Menyongsong Indonesia Emas 2045, sektor yang harus mendapat perhatian serius adalah pertanian dan perkebunan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus PAC Tani Merdeka Indonesia yang baru dilantik dan berharap organisasi tersebut dapat menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat kualitas sumber daya petani serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurut Dominikus, Kabupaten Sumba Barat Daya memiliki potensi besar di sektor pertanian, mulai dari hortikultura, tanaman pangan, peternakan hingga perkebunan.
Namun, di balik potensi tersebut masih terdapat sejumlah tantangan mendasar yang membutuhkan perhatian bersama.
Ia menyebut, persoalan ketersediaan air masih menjadi kendala utama. Sekitar 90 persen masyarakat Sumba Barat Daya menggantungkan hidup pada sektor pertanian yang selama ini masih sangat bergantung pada musim hujan.
“Ketika masuk musim kemarau, masyarakat mengalami kesulitan air. Ditambah lagi perubahan iklim membuat hasil panen menjadi tidak menentu,” katanya.
Selain itu, kondisi geografis wilayah juga menjadi tantangan tersendiri. Kabupaten Sumba Barat Daya memiliki 173 desa, 2 kelurahan dan 11 kecamatan dengan karakter wilayah dataran tinggi dan dataran rendah yang membutuhkan dukungan infrastruktur pertanian yang memadai.
Sebagai anak petani, Dominikus mengaku memahami secara langsung kebutuhan masyarakat di sektor tersebut.
“Kita masih membutuhkan irigasi, alat dan mesin pertanian untuk mendukung proses prapanen dan pascapanen. Pertanian tidak cukup hanya bicara soal bertani, tetapi juga bagaimana petani mendapatkan dukungan modal usaha dan kepastian pasar,” tegas Dominikus.
Menurutnya, keberadaan pasar yang jelas menjadi faktor penting agar hasil panen petani dapat terserap dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, ia berharap Tani Merdeka dapat hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam membangun pertanian yang berkelanjutan melalui regenerasi dan kaderisasi petani.
“Saya yakin dan percaya Tani Merdeka dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mendukung petani dan peternak agar pertanian di Sumba Barat Daya semakin maju dan menyejahterakan masyarakat,” pungkasnya. ( JIP/MS )

















