WAIKABUBAK, MENARASUMBA. COM — Keluarga JT, salah satu terduga pelaku pencurian ternak dengan kekerasan (curnak) yang tewas dalam penggerebekan polisi di Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), meminta agar peristiwa tersebut ditangani secara adil dan dibuka secara terang-benderang.
JT dilaporkan meninggal dunia dalam operasi penggerebekan yang dilakukan aparat kepolisian pada Selasa (15/09/2026).
Permintaan tersebut disampaikan Daparowa, perwakilan keluarga yang juga merupakan kakak korban, saat dikonfirmasi awak media pada Rabu (16/09/2026).
Menurut Daparowa, keluarga berharap seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi saat penggerebekan dapat dijelaskan secara terbuka sehingga publik mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi hingga menyebabkan JT meninggal dunia.
«“Kami minta penanganan yang seadil-adilnya agar keluarga juga bisa tenang,” ujarnya.»
Ia mengatakan, keluarga saat ini masih berada dalam suasana berkabung dan diliputi duka mendalam atas kepergian JT yang dinilai tragis.
Karena itu, pihak keluarga belum dapat memberi banyak komentar mengenai persoalan tersebut.
Dirinya juga belum dapat memastikan kapan jenazah JT akan dimakamkan.
Menurutnya, keputusan mengenai pemakaman masih menunggu hasil pembicaraan keluarga.
«“Kami belum putuskan, masih tunggu hasil rembug keluarga,” imbuhnya.»
Harap Proses Hukum Berjalan Adil
Secara terpisah, Camat Loli, David Mikael Bolo, membenarkan bahwa keluarga korban menginginkan adanya penanganan hukum yang adil atas peristiwa tersebut.
David yang saat itu mendampingi kakak korban mengatakan, keadilan dalam proses penanganan peristiwa penembakan tersebut menjadi harapan keluarga JT.
«“Permintaan keluarga cuma itu, proses hukum yang adil atas peristiwa penembakan ini,” kata David.»
Permintaan keluarga tersebut disampaikan di tengah proses penanganan perkara yang berkaitan dengan operasi kepolisian terhadap para terduga pelaku pencurian ternak di wilayah Bali Ledo.
Sebelumnya, kepolisian menyatakan operasi tersebut merupakan bagian dari upaya mengungkap kasus pencurian ternak yang meresahkan masyarakat.
Dalam penggerebekan itu, JT dilaporkan meninggal dunia.
Keterangan lebih lanjut mengenai kronologi penembakan, tindakan yang dilakukan masing-masing pihak saat kejadian, serta proses hukum atas meninggalnya JT masih menjadi bagian penting yang perlu dijelaskan secara transparan kepada publik.
Keluarga berharap proses penanganan peristiwa tersebut berjalan sesuai ketentuan hukum sehingga seluruh pihak mendapatkan kepastian dan keadilan. ( JIP/MS )






















