WAIKABUBAK, MENARASUMBA.COM – Kapolres Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali, S.S., M.H. menegaskan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Sumba Barat, khususnya Kota Waikabubak, telah kembali aman dan kondusif setelah insiden penyerangan Mapolres Sumba Barat oleh massa pada Selasa (15/09/2026) malam.
Penegasan tersebut disampaikan Kapolres Sumba Barat yang saat itu didampingi Dandim 1613/Sumba Barat Letkol Inf Ignasius H. Sogen, SE, M.Han kepada MenaraSumba.Com, Rabu (16/09/2026).
Kapolres mengatakan, setelah situasi memanas pada Selasa malam, aparat kepolisian melakukan langkah pengendalian massa hingga sekitar pukul 03.00 WITA.
“Sejak tadi malam sampai jam 3 dini hari, kami lakukan pemecahan massa dan sudah selesai. Massa mundur dan pulang ke tempat tinggal masing-masing,” jelasnya.
Dikatakannya, kondisi hingga Rabu pagi telah berangsur normal. Aktivitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat juga tetap berjalan seperti biasa.
“Sampai dengan pagi ini sudah aman kondusif dan semua tugas-tugas kepolisian tetap kami laksanakan, baik patroli, sambang, maupun penggalangan kepada masyarakat,” katanya.
Pihaknya menegaskan, situasi yang terjadi tidak membuat jajaran Polres Sumba Barat menghentikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami tetap turun melaksanakan tugas di tengah masyarakat. Tetap turun ke masyarakat, karena tugas Polri, apa pun yang terjadi, pelayanan masyarakat tetap yang utama,” tegasnya.
Bersama Pemkab Dampingi Keluarga Korban
Selain memastikan situasi keamanan, Kapolres juga menyampaikan bahwa pihak kepolisian bersama pemerintah daerah terus membangun komunikasi dengan keluarga JT DPO curnak yang tertembak dalam penggerebekan.
Ia mengatakan, usai insiden semalam, pihaknya bersama Bupati Sumba Barat dan sejumlah perwakilan keluarga melakukan mediasi terkait proses pemulangan jenazah ke rumah duka.
“Terkait hubungan kami dengan pihak korban, semalam kami telah serahkan jenazah kepada pihak keluarga. Kami bersama Pak Bupati dan sejumlah perwakilan keluarga memediasi bersama untuk jenazah dibawa kembali ke rumah duka,” ungkapnya.
Kapolres juga menandaskan, Polres Sumba Barat bersama pemerintah daerah akan tetap menunjukkan empati dan mendampingi keluarga korban dalam proses selanjutnya.
“Bersama pemerintah tetap akan berempati dengan keluarga, apa yang diperlukan dalam rangka proses ini,” ujarnya.
Tetap Hadir di Tengah Masyarakat
AKBP Yohanis menambahkan, kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga situasi tetap aman pascainsiden.
Karena itu, jajaran Polres Sumba Barat tetap menjalankan fungsi dan tugas kepolisian kepada masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan rasa aman sekaligus mencegah munculnya gangguan kamtibmas lanjutan.
Dirinya juga mengajak seluruh pihak menjaga ketenangan dan bersama-sama mempertahankan situasi yang telah kembali kondusif. ( JIP/MS )






















