TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Mimpi tentang Sumba sebagai pulau ikonik untuk energi terbarukan sudah lama tercetus.
Hal tersebut disampaikan Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete tatkala menutup pelatihan Perawatan dan Pemeliharaan PLTS Off-Grid untuk Operator PLTS, Kamis (09/11/2023) di BLK Don Bosco, Weepangali, Kota Tambolaka.
“Sudah sejak tahun 2010 kami bermimpi Sumba ini jadi pulau ikon untuk energi terbarukan. Empat bupati pada masa itu berkomitmen agar mimpi tersebut sungguh-sungguh terwujud,” ungkap Kodi Mete.
Dikatakannya, mimpi itu antara lain bagaimana agar cahaya matahari, tenaga air, tenaga angin, dan biomassa menjadi sumber energi andalan.
“Kala itu kita mulai berpikir untuk bebaskan lahan 200 hektar yang ditanami pohon dan menghasilkan listrik dari biomassa,” jelasnya.
Karena itu, kehadiran Mentari Group di pulau Sumba, khususnya SBD diharapkan dapat menjadi partner yang sungguh-sungguh bisa mewujudkan mimpi-mimpi itu.

Sebelum menutup kegiatan pelatihan, bupati Kornelius Kodi Mete (kedua dari kiri) didampingi Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi NTT, Steven Lay (ketiga dari kiri) dan pimpinan BLK Don Bosco, Bruder Ephrem Santos. SDB meninjau pelatihan kerajinan bambu. ( Foto Menara Sumba )
“Senang sekali bahwa bisa hadir di sini untuk melihat, sehingga tahun depan Mentari masih hadir karena kondisi kelistrikan di SBD masih jauh dari yang diharapkan,” tutur bupati.
Pemanfaatan tenaga matahari yang melimpah di wilayah SBD bisa mengefisiensi anggaran untuk biaya listrik sebesar 20 persen.
“Saya mulai kalkulasi di rumah saya itu listrik bayar pulsa satu bulan itu sekitar 4 juta. Ya nanti saya akan cari itu atap PLTS dan itu berarti hemat 20 persen dari 4 juta,” imbuhnya pula.
Ia berterima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam kegiatan ini sehingga dengan listrik ini cahaya ada di setiap rumah penduduk selama 24 jam.
Dengan dimulainya pelatihan-pelatihan ini, sebut Kodi Mete, telah membersitkan harapan agar energi baru terbarukan sungguh-sungguh menjadi kenyataan di pulau Sumba.
Bahkan, ujarnya lagi, di Sumba Barat Daya sendiri telah diluncurkan mobil listrik, yang meski kemudian tidak berkelanjutan.
“Meski begitu dengan penguasaan teknologi tetap ada mimpi dan harapan, suatu saat nanti kita naik mobil listrik, motor listrik, sepeda listrik, dan kita naik apalagi ? manusia listrik,” ucapnya berseloroh.
Kepada para peserta pelatihan bupati berpesan agar ilmu yang telah diperoleh dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya di desa masing-masing.
“Dan tadi yang dipesankan dari Mentari jalin kerja sama dengan mitra, tidak boleh berhenti belajar, dan harus menjadi motor penggerak di tempat masing-masing,” tandasnya.
Dalam penjelasannya, pimpinan BLK Don Bosco, Bruder Ephrem Santos, SDB mengatakan, pelatihan tersebut merupakan kelanjutan program pendampingan yang sudah dilakukan sebelumnya.
“Termasuk yang terakhir ini adalah pelatihan operator bagi 20 anak dari desa yang mendapat bantuan PLTS kecil untuk bertugas sebagai operator di tempatnya masing-masing,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak BLK yang terlibat, baik pengajar maupun semua staf yang membantu sehingga kegiatan tersebut terlaksana dengan baik.
Apresiasi dan terima kasih disampaikan pula kepada semua instansi dan para donatur, baik dari luar negeri maupun dalam negeri.
Salah satunya adalah Schneider perusahaan besar dari Perancis yang bergerak di bidang kelistrikan yang tetap mendukung dan memberi kesempatan untuk jadi melek terhadap hal-hal digital dan teknologi baru.
“Semoga kita yang ada di Sumba sini tetap maju dan memikirkan kesejahteraan kita lewat teknologi baru, lewat digital, dan lewat hal-hal lain,” tutupnya.
Penutupan pelatihan ini juga dihadiri Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi NTT, Steven Lay, Kepala Projek Demonstrasi Mentari, Dedy Haning, Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten SBD, Yeremia Tanggu, S.Sos, dan sejumlah undangan lain. ( JIP/MS )






































