Ekonomi/Pembangunan

Bupati SBD Dorong Pembangunan Pabrik Pakan Ternak di Loura, Tekan Harga Pakan dan Babi

×

Bupati SBD Dorong Pembangunan Pabrik Pakan Ternak di Loura, Tekan Harga Pakan dan Babi

Sebarkan artikel ini

TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur, terus mendorong pembangunan peternakan terintegrasi yang di dalamnya mencakup pabrik pakan ternak.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengatasi mahalnya harga pakan yang turut berdampak pada tingginya harga ternak, khususnya babi, sehingga masyarakat kesulitan memperoleh ternak dengan harga terjangkau.

Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, ST, mengatakan, rencana pembangunan peternakan terintegrasi tersebut sedang dikomunikasikan dan telah dilakukan survei lokasi.

“Memang kami sudah komunikasi, ini sedang dikomunikasikan terkait dengan adanya peternakan terintegrasi di Kabupaten Sumba Barat Daya,” kata Ratu Ngadu Bonu Wulla saat menjawab pertanyaan media ini, Senin (24/08/2026).

Menurutnya, lokasi yang direncanakan untuk pembangunan peternakan terintegrasi berada di Kecamatan Loura, tepatnya di sekitar Balai Latihan Kerja (BLK), dengan memanfaatkan lahan milik Pemerintah Daerah.

Bupati menjelaskan, konsep peternakan terintegrasi tersebut tidak hanya berupa usaha peternakan, tetapi mencakup sejumlah fasilitas pendukung.

Rencananya, fasilitas tersebut meliputi peternakan ayam pedaging, ayam petelur, pabrik pakan ternak, cold storage, hingga rumah potong hewan.

“Nah ini akan dibangun di Sumba Barat Daya sehingga kebutuhan pakan-pakan bagi peternak itu bisa tersedia,” ujarnya.

Manfaatkan Potensi Jagung Lokal

Ratu Ngadu Bonu Wulla menilai Sumba Barat Daya memiliki potensi bahan baku pakan yang cukup besar, terutama jagung yang dihasilkan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan pabrik pakan di daerah akan membuka peluang agar hasil pertanian masyarakat dapat terserap sekaligus menekan biaya pakan bagi peternak.

“Betul sekali ya, kan kita jagungnya banyak di sini,” katanya.

Ia berharap, pembangunan pabrik pakan ternak tersebut dapat segera direalisasikan.

Pemerintah daerah, kata dia, tengah melakukan komunikasi agar pembangunan tidak menunggu hingga tahun ketiga masa pemerintahannya.

“Saya baru satu tahun setengah, tapi kita lagi komunikasi untuk kalau bisa jangan sampai di tahun ketiga, tahun kedua ini sudah terjadi pembangunan (pabrik pakan) di Kabupaten Sumba Barat Daya,” tegasnya.

Jagung Sumba Berpotensi Terserap

Selain rencana pembangunan di SBD, Bupati juga menyebut adanya informasi mengenai rencana pembangunan pabrik pakan ternak di Kabupaten Sumba Timur.

Pabrik tersebut disebut berkaitan dengan upaya mendukung program strategis nasional, termasuk pengembangan tambak udang di wilayah tersebut.

Menurut Ratu Ngadu Bonu Wulla, kondisi tersebut berpotensi membuka pasar yang lebih besar bagi jagung hasil produksi masyarakat di Pulau Sumba.

“Saya pikir ini juga jagung-jagung masyarakat akan terserap dan tentu mungkin harga pakan juga bisa ditekan,” ujarnya.

Jika terealisasi, pembangunan peternakan terintegrasi di SBD diharapkan tidak hanya menjawab persoalan mahalnya pakan ternak, tetapi juga membangun ekosistem peternakan dari hulu hingga hilir.

Dengan ketersediaan bahan baku lokal, pabrik pakan, fasilitas peternakan, cold storage dan rumah potong hewan, pemerintah daerah berharap biaya produksi peternak dapat ditekan dan pada akhirnya harga ternak di tingkat masyarakat menjadi lebih terjangkau. ( JIP/MS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *