TAMBOLAKA, MENARASUMBA.COM – Sikap arogan kepada awak media diperdengarkan salah satu kontraktor asal Waikabubak, Sumba Barat.
Dalam rekaman percakapan, Senin (24/11/2025), oknum kontraktor yang populer disapa “Ongko Niko Romantis” ini terdengar marah dan mengumpat wartawan.

Pimpinan media Silet Sumba, Stepanus Umbu Pati.
Ia tersulut emosi lantaran ditanyai soal ambruknya salah satu jembatan di wilayah Kere Tana, Kelurahan Waitabula, Kecamatan Kota Tambolaka, SBD saat hujan pada Februari 2025 lalu.
“Ini dengan Stepanus Umbu Pati,” sapa wartawan Silet Sumba membuka wawancara.
“Stepanus dari mana?” tanya Ongko Niko Romantis.
Stepanus kemudian menjelaskan jika ia dari media Silet Sumba dan saat ditanya sang kontraktor apa maksud ia ditelepon, pimpinan redaksi ini menyebut hendak mengonfirmasi terkait jembatan ambruk.
Pada awalnya, percakapan masih berlangsung sedikit ramah saat ditanyai tahun pelaksanaan pekerjaan.
Sang kontraktor masih menjawab datar dan mengklarifikasi pertanyaan wartawan Silet Sumba yang mengatakan jembatan itu baru dikerjakan enam tahun lalu sesuai pengakuan warga setempat.
“Jembatan itu dikerjakan tahun 2013,” jawabnya dari seberang telepon.
Namun nada bicara “Ongko Niko Romantis” langsung meninggi tatkala disebut jembatan tersebut ambruk karena tidak disanggah tiang beton.
“Tidak ada tiang bagaimana, kamu itu sudah, itu konsultan yang periksa semua bagaimana, mereka sudah lihat semua kamu punya omong kosong saja kamu itu,” jawab kontraktor dengan tensi yang mulai naik.
Namun pimpinan media Silet Sumba yang saat itu sedang berada di lokasi mengatakan bahwa fakta lapangan menunjukkan jembatan itu sama sekali tidak bertiang beton.
“Jadi, itu yang kita lihat yang ada besinya itu di jembatannya saja, tapi untuk tiang fondasinya tidak ada tiang cornya,” sela Stepanus Umbu Pati.
“Fakta lapangan bagaimana kau asal omong saja,” sambar si kontraktor dengan nada marah.
Kontraktor yang sudah mulai terdengar emosi ini menjelaskan bahwa panitia PHO (Privisional Hand Over) sudah memeriksa sehingga dilakukan serah terima pekerjaan saat itu.
“Semua tidak ada, omong kosong kau itu. Jangan cari-cari masalah yang tidak ada, tidak enak itu di kita itu. Jangan, saudara. Jangan yang enak-enak, jangan yang asal bunyi, jangan. Saya tidak suka yang begitu,” tukas Ongko Niko Romantis.
Ia bersikukuh meski oleh wartawan dijelaskan jika yang terlihat berdasarkan fakta temuan saat itu jembatannya tidak gunakan tiang pancang beton.
Menurut Stepanus dalam wawancara telepon, yang dicor beton hanyalah lantai jembatan itu.
“Ah sudah omong kosong kau itu. Fakta yang di lapangan apa itu? Omong kosong itu. Itu sudah dari 2013 sampai sekarang. Baru kau omong asal omong,” timpal kontraktor ini dengan nada kian tersulut emosi.
Ia lalu menyarankan agar sebaiknya wartawan meliput proyek tidak jelas yang lagi dikerjakan saat ini.
“Yang kerja tidak jelas semua itu yang kamu perhatikan,” serunya lagi dari seberang telepon.
Namun pimpinan media Silet Sumba menyatakan bahwa meski sudah lama namun jembatan itu juga dikerjakan dengan anggaran negara.
“Iya anggaran negara tahun 2013, itu bencana itu (penyebab ambruknya jembatan) bencana alam,” jawab Ongko Niko Romantis.
Meski dijawab dengan nada emosi oleh kontraktor, wartawan Silet Sumba tetap menimpali dengan percakapan yang sopan.
Namun rupanya pengusaha asal Sumba Barat itu sudah tidak bisa mengontrol tata bahasanya.
“Jangan asal bunyi Kaka, saya tahu peraturan. Saya sudah kerja berapa banyak di Sumba Barat juga tidak ada masalah. Yang runtuh saja di sana tidak ada masalah, kau ini asal omong saja kau ini,” cercanya lagi.
“Kau menghadap dengan saya, kau menghadap baru kau bajingan. Kau menghadap begitu Kaka,” umpat kontraktor tersebut.
Ia meminta wartawan untuk bertemu langsung jangan lakukan konfirmasi lewat handphone.
Stepanus kemudian menyatakan siap untuk bertemu dan menanyakan posisi kontraktor saat itu.
“Saya ada di Waimangura datang di Waimangura sini, mari datang sini oke baik,” kata kontraktor menutup pembicaraan.
Untuk mendapatkan data komprehensif, awak media masih mencari informasi terkait proyek jembatan yang menurut sang kontraktor dikerjakan pada tahun 2013.
Sejumlah sumber terpercaya sedang dikonfirmasi guna mendapatkan penjelasan rinci untuk informasi publik. ( JIP/MS )





















