Kesehatan/Olahraga/Teknologi

Direktur RSUD Reda Bolo Jelaskan Insiden Keributan pada Layanan Pemeriksaan Mata Gratis, Sebut Antusiasme Warga Lampaui Target Tim

×

Direktur RSUD Reda Bolo Jelaskan Insiden Keributan pada Layanan Pemeriksaan Mata Gratis, Sebut Antusiasme Warga Lampaui Target Tim

Sebarkan artikel ini

TAMBOLAKA , MENARASUMBA.COM – Direktur RSUD Reda Bolo, dr. Elfrida Marpaung, memberikan penjelasan terkait insiden keributan yang terjadi saat kegiatan pemeriksaan kesehatan mata gratis di RSUD Reda Bolo, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Sabtu (25/07/2026).

Keributan tersebut dipicu oleh kekecewaan sejumlah warga yang tidak sempat memperoleh layanan hingga kegiatan berakhir.

Saat dikonfirmasi MenaraSumba.com pada Minggu (26/07/2026), dr. Elfrida menjelaskan, kegiatan pemeriksaan mata gratis tersebut merupakan program yang dilaksanakan oleh tim medis dari Cekoslovakia.

Direktur RSUD Reda Bolo, dr Elfrida Marpaung. ( Foto Menara Sumba )

Pelaksanaannya dikoordinasikan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya, kemudian RSUD Reda Bolo ditunjuk sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.

Menurutnya, sasaran penerima layanan, termasuk pembagian kacamata, sepenuhnya ditentukan oleh tim dari Cekoslovakia. Namun, tingginya antusiasme masyarakat membuat jumlah peserta yang datang jauh melampaui target yang telah ditetapkan.

“Tim skrining RSUD Reda Bolo sudah berusaha mengedukasi peserta yang telah terdaftar bahwa kemungkinan tidak semua dapat dilayani karena waktu pelaksanaan hanya satu hari,” jelas dr. Elfrida.

Dari sekitar 500 peserta yang telah menjalani proses skrining, pihak rumah sakit menemukan sekitar 50 persen peserta terindikasi menderita katarak akibat faktor usia.

Meski demikian, terdapat sekitar 116 peserta yang belum sempat mendapatkan pemeriksaan lanjutan.

Hal itu terjadi karena tim medis sudah mengalami kelelahan, mengingat mereka juga harus menjalankan sejumlah agenda pelayanan lainnya pada hari yang sama.

“Terdapat sekitar 116 orang yang tidak dapat dilayani lebih lanjut karena tim sudah kelelahan dengan beberapa kegiatan lain yang juga harus dijalani pada hari yang sama,” ungkapnya.

Menanggapi harapan masyarakat agar kegiatan serupa kembali digelar tahun ini, dr. Elfrida mengaku belum dapat memastikan adanya jadwal lanjutan.

Kendati demikian, pihak RSUD Reda Bolo akan menyampaikan usulan kepada Bupati Sumba Barat Daya dan Dinas Kesehatan agar dapat menginisiasi program operasi katarak massal bagi warga yang telah terdata dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, program itu dapat dilaksanakan melalui kerja sama lintas sektor, termasuk melibatkan Kementerian Sosial, Dinas Sosial, maupun organisasi profesi kesehatan yang memiliki kepedulian terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.

Pihaknya akan memberikan masukan kepada Bupati dan Dinas Kesehatan Kabupaten SBD agar dapat menginisiasi program operasi katarak massal bekerja sama dengan berbagai pihak, terutama bagi masyarakat yang sudah terdata.

“Kami juga berharap ada organisasi profesi yang bersedia menyelenggarakan bakti sosial operasi katarak di Sumba Barat Daya,” tutupnya. ( JIP/MS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *